Tim nasional Spanyol berhasil melangkah ke babak perempat final Piala Dunia setelah meraih kemenangan dramatis atas Portugal berkat gol telat Mikel Merino di masa injury time. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kemenangan tipis ini sekaligus meredam keraguan yang sempat membayangi skuad asuhan Luis de la Fuente sepanjang turnamen akibat performa yang dinilai kurang maksimal pada laga-laga awal.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menanggapi situasi mental para pemain, pakar psikologi olahraga Teresa Messia memberikan analisis mendalam mengenai tekanan berat yang dihadapi para penggawa La Roja. Menurut Teresa Messia, performa Spanyol terus membaik dan ia sangat mengapresiasi cara Luis de la Fuente dalam mengelola ekspektasi serta menormalisasi potensi kekalahan yang bisa dialami tim mana pun di ajang sebesar Piala Dunia.
Teresa Messia menyoroti fenomena psikologis yang disebut "Choking under pressure", di mana lonjakan hormon kortisol akibat stres berlebih dapat membuat performa atlet tersendat. "Saat melawan Cabo Verde di laga perdana, para pemain tampil dengan beban pembuktian diri yang tinggi sehingga permainan mereka sempat buntu. Namun, situasi berbeda terlihat pada Mikel Merino yang memiliki tingkat kecemasan situasional yang rendah," ujar pakar yang pernah mendampingi klub Granada, Eibar, dan Malaga tersebut.
Dari pantauan redaksi, keunggulan mental yang dimiliki gelandang Arsenal tersebut menjadikannya sosok penentu yang sangat langka dalam situasi krusial. Teresa Messia menambahkan bahwa pemain seperti Mikel Merino justru mampu mengoreksi ketegangan menjadi performa yang lebih maksimal di lapangan, sebuah karakteristik yang jarang ditemukan pada pesepak bola modern saat ini.
Menjelang laga krusial menghadapi Belgia di babak perempat final, Spanyol kini menyandang status sebagai tim unggulan. Meskipun demikian, Teresa Messia mengingatkan bahwa beban sebagai favorit juara sering kali menjadi bumerang psikologis bagi para pemain muda, berbeda dengan tim non-unggulan yang dapat bermain lebih lepas karena fokus pada proses permainan ketimbang hasil akhir semata.