Pertandingan sengit di babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Tanjung Verde tidak hanya menyajikan duel taktik di lapangan hijau, tetapi juga menghadirkan cerita menarik dari bintang kedua negara. Sorotan utama tertuju pada kapten Argentina, Lionel Messi, dan kiper andalan Tanjung Verde, Vozinha, yang terlibat dalam dua interaksi yang sangat kontras selama laga berlangsung.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Argentina tampak sangat kesulitan membongkar lini pertahanan Tanjung Verde yang bermain disiplin dan tanpa rasa takut. Dari pantauan redaksi, sang juara bertahan harus memeras keringat lebih dalam karena lawan memberikan perlawanan yang jauh lebih tangguh dari yang diperkirakan di atas kertas.
Menurut analisis dari seorang football enthusiast, Agung Iqbal Ramadhan, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, jalannya laga ini membuktikan bahwa Tanjung Verde bukan tim yang mudah menyerah. "Sepertinya kita melihatnya di atas kertas mudah sekali. Tapi tidak semudah itu. Messi pun tidak akan semudah itu, Cape Verde tidak akan berhenti menyerah, Cape Verde enggak akan membiarkan gawangnya untuk kebobolan banyak," ujarnya.
Agung juga menambahkan bahwa Tanjung Verde akan mengerahkan segala kemampuan demi menjaga area pertahanan mereka. "Pasti mereka segala cara mereka akan lakukan dan membuat pertandingan akan berjalan dengan seru," sambung Agung dalam pengamatannya terkait performa luar biasa tim Afrika tersebut.
Ketegangan memuncak saat laga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Melalui pengamatan tim redaksi, Argentina akhirnya menyudahi perlawanan Tanjung Verde dengan skor ketat 3-2 setelah menempuh laga melelahkan selama 120 menit, yang juga diwarnai oleh sebuah gol bunuh diri dari pemain lawan.
Namun, momen unik tertangkap kamera tepat sebelum babak perpanjangan waktu dimulai. Saat Lionel Messi dan Vozinha berada di lingkaran tengah lapangan untuk mendengarkan instruksi terakhir dari wasit, sebuah insiden kecil terjadi. Vozinha mencoba untuk merangkul Messi sebagai bentuk sportivitas setelah sang pengadil selesai memberikan arahan.
Secara tak terduga, mega bintang yang dijuluki La Pulga tersebut memilih untuk tidak menggubris dan menolak ajakan rangkulan dari sang penjaga gawang. Lionel Messi langsung berbalik badan dan berjalan kembali menuju barisan rekan-rekan setimnya untuk bersiap memulai kick-off paruh tambahan waktu.
Meski sempat tak dihiraukan pada awal perpanjangan waktu, situasi tersebut tidak memicu konflik yang berkepanjangan di antara kedua pemain. Berdasarkan pemantauan setelah peluit panjang berbunyi, ketegangan di antara mereka berdua langsung mencair begitu pertandingan melelahkan itu resmi berakhir.
Dari pantauan redaksi di akhir laga, Vozinha dan Lionel Messi kembali bertemu di lapangan dengan atmosfer yang jauh lebih hangat. Keduanya tampak berbincang ramah, dan momen tersebut ditutup dengan akhir yang manis ketika sang kiper legendaris Tanjung Verde berhasil mendapatkan jersey bernomor punggung 10 milik Messi.