Kabayan55 Kabayan55
/home / berita / Kementan Bidik Indonesia Jadi...
BERITA

Kementan Bidik Indonesia Jadi Eksportir Pangan Setelah Swasembada

Kementan targetkan Indonesia jadi eksportir pangan global lewat swasembada beras

Kementan targetkan Indonesia jadi eksportir pangan global lewat swasembada beras

Kementerian Pertanian (Kementan) kini mulai membidik target baru untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir pangan utama di kancah global. Langkah strategis ini diambil setelah pemerintah mengklaim berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 2025 lalu. Kini, arah kebijakan mulai digeser dari yang awalnya fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri menjadi peningkatan kesejahteraan petani melalui optimalisasi produktivitas dan surplus pangan.

Berdasarkan pantauan redaksi, target ekspor komoditas pangan ini akan diwujudkan melalui transformasi pertanian modern yang masif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah akan mendorong peningkatan indeks pertanaman serta menerapkan metode budidaya baru. Upaya tersebut diklaim mampu mendongkrak produktivitas padi nasional secara signifikan hingga mencapai 11 sampai 12 ton per hektare.

Menurut pengamatan tim redaksi dari saluran YouTube Kementan, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa paradigma pemerintah saat ini telah berkembang. "Kalau dulu bagaimana memenuhi kebutuhan dalam negeri, swasembada. Sekarang meningkat menjadi petani sejahtera," ujar Amran saat memaparkan arah kebijakan baru tersebut.

Dalam proyeksi jangka menengah, pemerintah menargetkan seluruh sistem pertanian modern dapat diterapkan secara luas dalam tiga tahun ke depan. Berdasarkan simulasi dari Kementan, lahan irigasi seluas sekitar 4,6 juta hektare ditargetkan dapat dipanen tiga kali dalam setahun dengan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare. Sementara itu, untuk lahan nonirigasi seluas 3,3 juta hektare ditargetkan mampu melakukan dua kali masa tanam.

Melalui kalkulasi dan pengamatan tim redaksi terhadap simulasi tersebut, produksi gabah nasional diproyeksikan mampu menyentuh angka 208 juta ton atau setara dengan 114 juta ton beras. Mengingat kebutuhan beras nasional saat ini berada di kisaran 31 juta ton, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus besar hingga mencapai 83 juta ton beras yang siap dialokasikan untuk pasar internasional.

Amran menambahkan bahwa lompatan produktivitas ini akan ditopang oleh mekanisasi pertanian yang komprehensif, penggunaan drone, serta kombinasi metode tanam Jajar Legowo dengan praktik budidaya maju dari Amerika Serikat. Kendati demikian, Kementan juga mengidentifikasi tantangan besar pada kapasitas penyimpanan gudang Bulog yang perlu segera diatasi seiring dengan melonjaknya stok pangan nasional.

// TOPICS
#kementan #eksportir_pangan #swasembada_beras #pertanian_modern #andi_amran_sulaiman #ketahanan_pangan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan55 adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terpercaya. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas dari Jakarta Selatan.