Graham Platner secara resmi telah mengajukan dokumen untuk menangguhkan kampanyenya dalam pemilihan Senat Amerika Serikat di Maine, sesaat sebelum batas waktu yang ditentukan. Kantor Sekretaris Negara Maine mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima surat pengunduran diri resmi dari Platner pada hari Jumat lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan resmi dari Kantor Sekretaris Negara Maine, karena sang kandidat mundur sebelum tenggat waktu hari Senin kedua bulan Juli (13 Juli 2026), namanya tidak akan tercantum di surat suara November mendatang. Pengunduran diri yang tepat waktu ini memberikan kesempatan bagi partainya untuk menunjuk kandidat pengganti paling lambat hingga 27 Juli.
Dalam surat resminya yang diunggah ke platform X, Platner menyatakan bahwa garis surat suara tersebut sejatinya milik rakyat Maine. "Meskipun nama saya mungkin tertera di surat suara, garis surat suara itu adalah milik rakyat Maine. Oleh karena itu, mohon anggap pemberitahuan ini sebagai pengunduran diri resmi saya dari pencalonan untuk jabatan ini," tulisnya.
Langkah ini diambil setelah Platner mengumumkan penangguhan kampanyenya melalui sebuah video media sosial berdurasi 11 menit pada hari Rabu. Keputusan tersebut menyusul tuduhan kekerasan seksual dari seorang wanita bernama Jenny Racicot, yang memicu desakan dari para politisi Demokrat agar dirinya segera mundur.
Meskipun Platner membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya "palsu", ia mengakui bahwa tekanan dari elite politik Demokrat tingkat negara bagian maupun nasional telah membuat kampanyenya mustahil untuk dilanjutkan. Ia menuding "kemapanan politik" (political establishment) sebagai dalang di balik situasi yang menyudutkannya ini.
Dari pantauan redaksi, mundurnya Platner di menit-menit terakhir ini memicu pergerakan cepat dari Partai Demokrat Maine yang kini berpacu dengan waktu untuk mencari pengganti. Partai tersebut menyatakan akan mengadakan konvensi nominasi guna menentukan figur baru yang dianggap sebagai "orang yang berkualifikasi" sesuai undang-undang yang berlaku.
Menurut pengamatan tim redaksi, pemilihan Senat di Maine merupakan salah satu kontestasi yang paling diawasi ketat dalam siklus ini. Hal ini dikarenakan Demokrat tengah berupaya keras untuk merebut kursi dari Senator petahana asal Republican, Susan Collins, dalam persaingan yang dapat menentukan kendali atas Senat AS.
Sebelumnya, Jenny Racicot mengungkapkan kepada Politico dan CNN bahwa Platner telah memasuki rumahnya tanpa izin pada akhir tahun 2021 dalam kondisi mabuk dan memaksa dirinya. Racicot menyatakan bahwa Platner telah melanggar batasan persetujuan malam itu, sehingga ia terpaksa menuruti demi keselamatan dirinya.
Tuduhan berat ini langsung berimplikasi pada hilangnya dukungan politik secara masif. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, Senator Kirsten Gillibrand, hingga tokoh independen Bernie Sanders berbondong-bondong mendesak Platner untuk mundur, sementara sejumlah lembaga pendanaan politik utama mulai mengalihkan sumber daya mereka keluar dari Maine.