Presiden Trump secara resmi memulai rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang ke-250 dengan menyampaikan pidato patriotik yang penuh penekanan di Mount Rushmore. Dalam pidato tersebut, ia memuji budaya Amerika sekaligus memberikan peringatan keras mengenai apa yang disebutnya sebagai kebangkitan kembali "ancaman komunis" di dalam negeri.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari lokasi acara, dengan latar belakang megah pahatan wajah batu empat presiden pendahulu AS, Trump menegaskan bahwa identitas nasional Amerika saat ini sedang berada di bawah ancaman ideologi komunis. Ia secara terbuka mengkritik kelompok yang disebutnya sebagai "radikal" dan "ekstremis" yang berupaya menyerang serta mengikis sejarah panjang Amerika Serikat.
"Kini terdapat kebangkitan ancaman komunis di tanah air kita, termasuk dari para pendatang baru di negara kita yang menganut gagasan yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup kita dan keberhasilan besar kita," ujar Trump di hadapan kerumunan massa yang memadati area monumen di South Dakota tersebut. Ia menambahkan secara tegas, "Anda bisa menjadi seorang komunis, atau Anda bisa menjadi seorang patriot. Anda tidak bisa menjadi keduanya."
Menurut pantauan redaksi terhadap jalannya acara, Trump juga menekankan pentingnya nasionalisme bagi siapa saja yang tinggal di negara tersebut. Ia menyatakan bahwa seseorang tidak harus lahir di Amerika Serikat untuk menjadi bagian dari bangsa, namun mereka wajib mencintai apa yang telah dibangun dan mencintai negara tersebut dengan sepenuh hati.
Selain menyoroti bahaya komunisme, presiden mengungkapkan bahwa langkah krusial untuk memastikan kemenangan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu adalah dengan menghapuskan mekanisme filibuster. Ia juga mendesak pengesahan SAVE America Act, sebuah undang-undang yang akan mewajibkan warga negara membuktikan status kewarganegaraan AS mereka saat mendaftar serta menunjukkan identitas foto yang valid sebelum memberikan suara.
Menutup pidatonya yang dinilai penuh dengan retorika kebudayaan, Trump mengingatkan warganya untuk menjaga warisan leluhur. "Saat kita melangkah ke tahun ke-250 kita, tahun yang luar biasa dan indah, kita tidak boleh lupa: tidak ada kebebasan Amerika tanpa budaya Amerika, dan tidak ada pendirian Amerika tanpa rakyat Amerika," pungkasnya.