Kepulan asap pekat akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan masih belum mereda hingga saat ini. Guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bergerak cepat dengan mengaktifkan pos kesehatan yang bersiaga selama 24 jam penuh di wilayah terdampak.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lapangan, langkah kedaruratan ini diambil mengingat intensitas kepulan asap yang masih sangat tebal dan berisiko memicu gangguan pernapasan. Selain itu, kondisi geografis permukiman warga yang berada cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan permanen menjadi alasan utama percepatan penyediaan posko medis ini.
Bukan hanya posko stasioner, pemerintah setempat juga mendirikan tenda-tenda layanan kesehatan darurat tepat di sekitar lokasi kebakaran. Menurut pengamatan tim redaksi, keberadaan tenda medis lapangan ini bertujuan memotong jarak tempuh warga, sehingga masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis segera tidak perlu berjalan jauh.
Menurut penjelasan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, keberadaan tenda kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap prima selama masa tanggap darurat berjalan. Tim medis telah disiagakan untuk mengawal kondisi kesehatan warga sekitar.
‘Kami menyiapkan dua unit tenda kesehatan. Satu tenda sudah difungsikan di lokasi terdampak untuk pelayanan masyarakat, sedangkan satu tenda lainnya masih kami standby-kan di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila ada titik terdampak baru,’ ujar Agus Jamaludin dalam keterangannya yang dirilis pada Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, serta Puskesmas Sukadiri, jumlah masyarakat yang terpapar asap ini tergolong cukup banyak. Sebagai langkah preventif lanjutan, Kementerian Kesehatan dilaporkan telah menyalurkan berbagai logistik penunjang seperti ribuan masker hingga pasokan oksigen guna mengantisipasi lonjakan pasien ISPA.