Dua astronaut NASA dilaporkan telah sukses melakukan tindakan perbaikan luar angkasa yang rumit pada hari Selasa. Berdasarkan laporan resmi, misi berjalan kaki di ruang angkasa (spacewalk) tersebut bertujuan untuk mengganti komponen sendi pergelangan seberat 200 pon (sekitar 90 kilogram) yang mengalami kerusakan pada bagian ujung lengan robot sepanjang 58 kaki di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, operasi di luar atmosfer bumi ini berlangsung selama tujuh jam 20 menit. Astronaut asal Kanada, Jenni Gibbons, memberikan apresiasi langsung dari pusat kendali misi sesaat setelah perbaikan rampung dengan berkata, "Itu adalah pemasangan yang bagus, teman-teman. Saya tahu itu sulit. Kerja yang sangat luar biasa."
Kerusakan ini awalnya terdeteksi pada tanggal 27 Mei lalu ketika pengontrol penerbangan di Johnson Space Center di Houston melihat salah satu dari tujuh sendi lengan robot buatan Kanada tersebut menarik arus listrik lebih tinggi dari biasanya serta tidak dapat bergerak dengan baik. Menurut pengamatan tim redaksi, analisis telemetri mendalam kemudian dilakukan oleh para ahli NASA bersama Canadian Space Agency selaku penyedia lengan robot tersebut, hingga akhirnya diputuskan bahwa komponen tersebut harus diganti dengan suku cadang cadangan yang tersedia di platform penyimpanan eksternal stasiun.
Menurut ISS Operations and Integration Manager, Bill Spetch, sistem mekanis canggih ini memang dirancang untuk perawatan jangka panjang. "Sistem seperti Canadarm2 sejak awal dirancang dengan komponen yang dapat diganti dan direncanakan dengan mempertimbangkan pemeliharaan. Ini bukan pengecualian," ungkap Bill Spetch menjelaskan kesiapan suku cadang di orbit.
Berdasarkan data operasional, misi dimulai pada pukul 08.20 waktu setempat saat astronaut Jessica Meir dan Chris Williams mengalihkan pakaian antariksa mereka ke daya baterai di dalam airlock Quest. Spacewalk ini tercatat sebagai misi berjalan di luar angkasa yang ketiga pada tahun ini, sekaligus menjadi yang ke-280 sepanjang sejarah operasional ISS.
Dalam prosesnya, kedua astronaut melepaskan bagian "tangan" robot yang dikenal sebagai latching end effector (LEE) bersama dua sendi sehat lainnya untuk dipindahkan sementara ke area penyimpanan terdekat. Setelah jalur bersih, mereka melepas sendi nomor lima yang rusak dan memasang komponen baru seberat 200 pon tersebut dalam waktu empat setengah jam sejak misi dimulai.
Flight Director Fiona Antkowiak sempat memaparkan strategi pemulihan ini sebelum operasi selesai dilakukan. "Kami akan melepas joint lima yang gagal, menggantinya dengan sendi cadangan, dan setelah terpasang kembali pada lengan, tugas utama terakhir kami adalah mengambil klaster LEE yang kami simpan sementara dan memasangnya kembali ke lengan robot agar kami memiliki lengan yang utuh sepenuhnya di akhir spacewalk," ujarnya.
Satu jam kemudian, Williams dan Meir berhasil menyatukan kembali seluruh klaster mekanis tersebut sesuai rencana. Sesaat setelah pemasangan, pengontrol penerbangan langsung mengaktifkan daya kosmik ke lengan robot dan memverifikasi bahwa koneksi listrik serta data telah terhubung dengan sempurna melalui sendi yang baru saja dipasang.
Komentator NASA, Sandra Jones, turut menegaskan keberhasilan misi luar angkasa ini kepada publik. "Hari ini kami mendengar konfirmasi baik bahwa... Canadarm2 memiliki dua jalur daya dan data yang berfungsi baik ke lengan robot. Jadi operasi pergelangan hari ini berhasil," sebutnya.
Sebelum kembali masuk ke airlock untuk menyudahi misi, Chris Williams menyempatkan diri membawa komponen sendi yang rusak ke dalam stasiun agar nantinya dapat dikirim kembali ke Bumi untuk diperbaiki. Berdasarkan rencana jangka panjang, komponen yang sudah direnovasi di Bumi akan diluncurkan kembali ke ISS untuk disimpan sebagai cadangan masa depan.
Lengan robot Canadarm2 memiliki peran yang sangat krusial bagi operasional harian stasiun luar angkasa. Alat ini biasa diandalkan untuk menangkap kapal kargo Cygnus milik Northrop Grumman, menariknya ke dermaga penguncian, serta memindahkan berbagai komponen besar hingga membantu memosisikan astronaut saat melakukan perawatan stasiun.
Meskipun NASA memiliki rencana besar untuk memensiunkan Stasiun Luar Angkasa Internasional ini pada akhir tahun 2030, Bill Spetch menegaskan bahwa pihaknya akan tetap konsisten merawat lengan robot tersebut secara optimal hingga masa tugas ISS benar-benar berakhir. "Tidak ada waktu di mana kami mengatakan, hei, kami sudah selesai memperbaiki lengan ini. Secara keseluruhan, lengan robot ini sangat kritis untuk operasi stasiun dan pemeliharaannya akan terus berlanjut hingga akhir masa pakainya," pungkasnya.