Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat alias BP Tapera resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) guna memperluas akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kolaborasi ini secara khusus menyasar para mitra pengemudi ojek online (ojol) Gojek yang selama ini kesulitan menembus akses pembiayaan formal perumahan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi, antusiasme para pengemudi ojol sangat tinggi menyambut program ini. Global Head of Government Affairs and Public Policy Gojek, Dian Sinto Eko Putri, mengungkapkan bahwa minat mitra pengemudi terhadap program kepemilikan rumah bersubsidi ini luar biasa besar.
""Saat ini yang sudah siap menandatangani akad ada 125 driver yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang mengantre untuk proses BI checking, slip, dan tahapan lainnya jumlahnya lebih dari 3.000,"" ujar Dian Sinto Eko Putri dalam konferensi pers yang berlangsung di kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).
Dari hasil observasi tim redaksi, Gojek menerapkan kriteria seleksi yang ketat guna memastikan kelayakan penerima manfaat. Perusahaan memprioritaskan mitra pengemudi dengan performa terbaik atau yang dikenal sebagai Mitra Juara. Penilaian ini didasarkan pada konsistensi kinerja operasional sehari-hari, bukan semata-mata dihitung dari lamanya masa bergabung.
Untuk mempermudah proses pembayaran cicilan dan meminimalkan risiko kredit macet, Gojek menerapkan mekanisme direct debit (DDI) melalui pemotongan harian langsung dari pendapatan mitra. Menurut Dian, skema potongan harian ini jauh lebih aman dan ramah bagi pengemudi yang memiliki pendapatan fluktuatif setiap harinya.
""Kami memakai potongan harian. Itu sudah dihitung berdasarkan rata-rata performa mereka sehingga diharapkan tidak memberatkan mitra,"" kata Dian menambahkan. Estimasi besaran cicilan diperkirakan berkisar antara Rp 1,1 juta hingga Rp 1,2 juta per bulan, yang bervariasi tergantung pada harga rumah subsidi serta lokasi hunian yang dipilih oleh mitra.
Meskipun program ini berlaku secara nasional di seluruh wilayah operasional Indonesia, pihak manajemen Gojek mencatat bahwa wilayah Jawa, Bali, dan Jabodetabek sejauh ini menjadi daerah dengan minat dan pengajuan terbesar dari para driver.
Sementara itu, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, menyatakan bahwa pekerja informal seperti pengemudi ojek online kerap menghadapi kendala besar dalam memiliki rumah layak huni, walaupun secara finansial mereka memiliki penghasilan yang mencukupi syarat minimum.
Tahun ini, government atau pemerintah mengalokasikan sekitar 350.000 kuota KPR subsidi FLPP. BP Tapera secara tegas meminta bank-bank penyalur untuk mengalokasikan minimal 15 persen dari total kuota tersebut khusus bagi pekerja sektor informal, termasuk para pengemudi ojol.
""Minimum 15% dari kuota tersebut kami minta disalurkan kepada pekerja informal, termasuk para mitra driver Gojek. Tidak ada kuota khusus untuk Gojek, sehingga kesempatan ini terbuka bagi seluruh mitra yang memenuhi persyaratan,"" jelas Sid Herdi Kusuma dalam acara yang sama.
Kabar baiknya, BP Tapera bersama asosiasi pengembang perumahan juga telah menyiapkan program uang muka atau Down Payment (DP) 0 persen. Skema ini dijalankan dengan cara mengalihkan porsi DP 1 persen yang biasanya dibebankan kepada konsumen untuk ditanggung sepenuhnya oleh pihak pengembang perumahan subsidi.
""Kami didukung para pengembang perumahan subsidi sehingga DP 1% akan ditanggung pengembang. Dengan demikian, bagi para driver menjadi DP 0%. Sementara KPR subsidi tetap menggunakan suku bunga 5% dan tidak berubah sehingga cicilan menjadi lebih terjangkau,"" tutur Sid.
Melalui pengamatan tim redaksi, langkah penandatanganan kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan sosialisasi masif oleh BP Tapera dan Gojek kepada jutaan mitra pengemudi di seluruh penjuru Indonesia, agar pemanfaatan fasilitas rumah subsidi ini dapat berjalan lebih optimal.