Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk terjadi di Jalan Raya Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Insiden tersebut menyebabkan kepanikan massal setelah bus yang mengangkut puluhan penumpang keluar dari badan jalan dan tercebur ke dalam sungai.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Surabaya. Dari pantauan redaksi, kondisi bus pascakecelakaan mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan samping akibat benturan keras sebelum akhirnya terperosok ke area sungai.
Warga sekitar yang mendengar dentuman keras langsung berhamburan ke lokasi kejadian. Sebelum petugas penyelamat tiba, warga bergegas memecahkan kaca bus menggunakan alat seadanya demi mengevakuasi para penumpang yang terjebak di dalam armada tersebut.
Menurut kesaksian salah satu penumpang selamat, Nurul (32), bus memang sudah melaju kencang sejak keberangkatan awal. "Bus ngebut sejak dari Surabaya. Berkali-kali mendahului kendaraan lain dan seperti tidak mau mengalah," ujarnya saat memberikan keterangan.
Nurul menambahkan bahwa sesaat sebelum kecelakaan, bus mencoba menyalip kendaraan lain di jalan yang menikung. Namun, dari arah berlawanan muncul sebuah truk yang membuat pengemudi diduga panik. "Bus mencoba menerobos dari kanan. Dari depan ada truk. Karena tidak cukup ruang, bus banting setir ke kiri, menabrak pembatas jalan, lalu masuk ke sungai. Semua penumpang langsung berteriak," tuturnya.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sedikitnya 27 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden ini. Penumpang lainnya, Totok (53), juga membenarkan bahwa badan bus sempat bersenggolan dengan truk sebelum akhirnya sopir kehilangan kendali sepenuhnya.
Seluruh korban luka kini telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.