Suasana duka yang mendalam masih menyelimuti Iran dalam rangkaian prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Namun, di tengah sorotan global mengenai transisi kepemimpinan di negara tersebut, perhatian publik kini tertuju pada absennya sosok Mojtaba Khamenei, putra sang mendiang yang kini telah ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, Mojtaba Khamenei sama sekali belum menampakkan diri di hadapan publik selama prosesi penghormatan terakhir untuk ayahnya. Ketidakhadiran sosok krusial ini memicu berbagai spekulasi di tengah penjagaan keamanan yang super ketat di sekitar lokasi pemakaman.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan saudara-saudaranya. Tiga putra Ali Khamenei lainnya, yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, terlihat hadir dan mengikuti acara doa bersama secara khidmat. Kehadiran ketiga putra mendiang ini cukup mengejutkan setelah sebelumnya mereka dilaporkan sempat menghilang dari pandangan publik sejak ketegangan kawasan pecah.
Menurut pengamatan tim redaksi, sejumlah pejabat teras Iran turut hadir memberikan penghormatan terakhir di Grand Mosalla, Teheran. Di antaranya terlihat Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, Kepala Garda Revolusi Jenderal Ahmad Vahidi, serta Komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani. Prosesi doa tersebut dipimpin langsung oleh ulama senior Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani.
Menurut laporan dari The New York Times, absennya Mojtaba dari ruang publik bukan pertama kali terjadi, mengingat ia juga tidak menghadiri acara peringatan untuk mendiang istrinya pada pekan lalu. Berdasarkan keterangan dari dua anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mojtaba sebenarnya sangat ingin menghadiri pemakaman ayahnya di Mashhad. Namun, ia dilarang tampil demi keselamatan jiwanya.
Kekhawatiran tersebut dinilai sangat mendasar mengingat situasi geopolitik yang memanas. Mojtaba diyakini tengah bersembunyi di lokasi rahasia karena menjadi target utama serangan udara Israel, terlebih setelah ia dilaporkan sempat mengalami luka-luka dalam sebuah serangan udara pada Februari lalu yang turut menewaskan anggota keluarganya.