Garis polisi langsung membentang mengitari sebuah ruko kosong berlantai tiga di kawasan Jalan Asem II, Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan besar tim gabungan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi pada Kamis malam (9/7/2026) sekira pukul 23.20 WIB.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Langkah hukum ini diambil guna mengusut tuntas sejumlah perkara rasuah yang sedang menjadi perhatian publik.
Menurut sumber kepolisian, penggeledahan ini disebut merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus korupsi kakap. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara, megaproyek PT Asabri periode 2020–2025, serta kasus korupsi Krakatau Steel.
Perkara-perkara besar ini disinyalir memiliki keterkaitan erat dengan basis data penyidikan awal serta koordinasi pelacakan aset (asset tracing) yang selama ini ditangani oleh Jampidsus Kejaksaan Agung. Keterkaitan tersebut membuat tim gabungan bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti potensial.
Hal ini juga yang kemudian menyeret nama Jampidsus Febrie Adriansyah lantaran ketiga perkara tersebut pernah atau sedang ditangani oleh Jampidsus Kejaksaan Agung. Namun, hingga saat ini pihak Polri belum menyatakan secara resmi bahwa penggeledahan di Cipete berkaitan langsung dengan Febrie Adriansyah sebagai pribadi ataupun dalam kapasitas jabatannya.
Lokasi penggeledahan pada Kamis malam di Cipete diduga kuat menyimpan dokumen maupun barang bukti penting yang berkaitan dengan sejumlah perkara korupsi besar yang tengah disidik. Dari pantauan redaksi di lapangan, operasi dimulai sekitar pukul 23.20 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 04.15 WIB pada Jumat dini hari.
Artinya, proses penggeledahan yang melelahkan itu berlangsung hampir lima jam tanpa henti. Kepolisian mengerahkan personel dalam jumlah besar untuk mengamankan jalannya operasi, di mana sedikitnya tiga bus membawa tim gabungan menuju lokasi ruko.
Selain penyidik berjaket bertuliskan "Reserse", operasi juga melibatkan tim identifikasi Polri untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendokumentasian barang bukti. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, sejumlah anggota yang mengenakan pakaian sipil dan masker medis juga disebar di beberapa titik sekitar lokasi.
Para petugas berpakaian sipil tersebut bertugas ketat memantau situasi di lingkungan sekitar ruko yang relatif sepi selama proses penggeledahan berlangsung. Saat hendak masuk ke dalam bangunan, penyidik sempat mendapati ruko berlantai tiga itu dalam kondisi kosong dan terkunci rapat sebelum akhirnya berhasil dibuka.