Perjalanan luar biasa Cape Verde di panggung Piala Dunia 2026 akhirnya harus terhenti di babak 32 besar. Berdasarkan laporan pertandingan pada Sabtu (4/7/2026) pagi WIB, tim debutan asal Afrika ini didepak oleh sang juara bertahan, Argentina, dengan skor tipis 3-2 melalui babak perpanjangan waktu (extra time) yang berlangsung drama di Miami Gardens.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Meskipun harus menelan kekalahan dan mengemas koper lebih awal, Cape Verde berhak meninggalkan turnamen dengan kepala tegak. Tim Tango sempat dibuat frustrasi karena keunggulan mereka lewat gol Lionel Messi dan Lisandro Martinez berhasil disamakan dua kali berturut-turut oleh kegigihan skuad Cape Verde, sebelum akhirnya gol bunuh diri Diney pada menit ke-110 membuyarkan mimpi mereka.
Dari pantauan redaksi, keberhasilan Cape Verde memaksa Argentina bermain hingga 120 menit menjadi bukti nyata dari anomali kekuatan mereka yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Ketangguhan sang penjaga gawang, Vozinha, di bawah mistar serta status mereka sebagai negara terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia menjadi warna tersendiri dalam kompetisi tahun ini.
Menurut pengamatan pengamat sepak bola Agung Iqbal Ramadan dalam podcast Tribunnews sebelum laga, potensi kejutan ini memang sudah diprediksi. "Sepertinya kita melihatnya di atas kertas mudah sekali. Tapi tidak semudah itu. Messi pun tidak akan semudah itu, Cape Verde tidak akan berhenti menyerah, Cape Verde enggak akan membiarkan gawangnya untuk kebobolan banyak," ujarnya.
Kiprah hebat ini kian terasa magis mengingat status Cape Verde sebagai satu dari empat tim debutan di Piala Dunia 2026 bersama Uzbekistan, Yordania, dan Curacao. Melalui pengamatan tim redaksi, hanya Cape Verde yang menunjukkan performa paling impresif hingga mampu meloloskan diri dari fase grup dan menembus babak gugur.