Perusahaan penguji lingkungan asal Arkansas, Onterris, kini menghadapi gelombang kritik setelah melaporkan bahwa kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran gudang raksasa di Los Angeles berada dalam kategori "baik". Berdasarkan pantauan redaksi, sejumlah pakar independen dan aktivis lingkungan justru menilai proses pengujian yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sangat tidak memadai dan berpotensi menyembunyikan bahaya polusi yang sebenarnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kebakaran hebat yang melanda fasilitas penyimpanan dingin seluas 500.000 kaki persegi milik raksasa logistik Lineage tersebut pecah pada 17 Juni lalu. Menurut laporan yang dihimpun, kebakaran berlangsung selama sepekan hingga memicu status darurat lokal karena kepulan asap pekat menyelimuti kota. Guna meredam kekhawatiran publik, pihak pengelola gudang menyewa Onterris untuk melakukan uji klinis kualitas udara di area terdampak.
Namun, rekam jejak Onterris yang baru saja melakukan penataan ulang merek (rebrand) dari nama sebelumnya, Center for Toxicology and Environmental Health (CTEH), memicu kecurigaan besar. Lesley Pacey selaku investigator lingkungan dari organisasi nirlaba Government Accountability Project menyatakan kekhawatirannya kepada media. "Ini seperti rubah yang menjaga kandang ayam," ujar Lesley Pacey menggambarkan konflik kepentingan yang terjadi saat perusahaan pencemar menyewa penguji mereka sendiri.
Dari pengamatan tim redaksi terhadap rekam jejak korporasi, CTEH yang telah berdiri selama 29 tahun kerap kali disewa oleh perusahaan minyak, operator kereta api, dan industri berat pasca terjadinya bencana lingkungan skala besar. Menurut laporan investigasi, perusahaan ini berulang kali menghasilkan data yang dinilai meremehkan dampak buruk kontaminasi air dan udara bagi kesehatan masyarakat demi melindungi kepentingan korporasi yang membayarnya.
Salah satu kasus yang mencuat adalah saat peristiwa anjloknya kereta pembawa bahan kimia berbahaya milik Norfolk Southern di East Palestine, Ohio, pada tahun 2023. Berdasarkan informasi faktual, CTEH saat itu menyatakan rumah-rumah warga aman untuk ditempati kembali, meskipun para penghuninya kemudian menderita migrain, mual, hingga kejang-kejang akibat paparan senyawa berbahaya yang luput dari pengujian singkat mereka.
Kasus serupa juga tercatat pada tahun 2005 ketika Murphy Oil Corp. mempekerjakan mereka pasca badai Hurricane Katrina di Louisiana, serta keterlibatan mereka dengan raksasa minyak BP saat bencana tumpahan minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko pada 2010. Berdasarkan surat resmi dari dua anggota Kongres AS kala itu, Lois Capps dan Peter Welch, mereka memperingatkan bahwa perusahaan tersebut memiliki sejarah panjang dalam membela kepentingan korporasi yang dituduh merugikan kesehatan publik.
Terkait situasi terkini di Los Angeles, ketidakpercayaan publik semakin diperkuat oleh temuan medis setempat. Menurut Departemen Kesehatan Publik Los Angeles County, angka kunjungan ruang gawat darurat dari pasien yang tinggal dalam radius 10 mil dari gudang melonjak hingga tiga kali lipat dari tingkat normal sejak hari pertama kebakaran hingga 25 Juni.
Menurut Dr. Jill Johnston, seorang ilmuwan paparan dan epidemiolog lingkungan dari UC Irvine, tidak ada lembaga maupun kontraktor dari Lineage yang memeriksa kandungan senyawa organik yang mudah menguap (VOC) serta logam berat pada beberapa hari pertama kebakaran. Padahal, material busa isolasi gudang yang terbakar sangat berpotensi melepaskan gas-gas beracun tersebut ke udara bebas dalam volume yang masif.
Di sisi lain, pihak Onterris membantah seluruh tudingan tersebut dan menyatakan bahwa operasional mereka di lapangan selalu berada di bawah pengawasan ketat pejabat federal. Manajemen perusahaan berkilah bahwa mereka baru dihubungi oleh pemilik panel surya atap gudang, Altus Power, pada 20 Juni dan mulai melakukan pemantauan keliling di komunitas serta memeriksa kandungan logam berat sejak 23 Juni.