Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) mengumumkan bahwa teleskop luar angkasa Euclid berhasil menangkap foto terbesar dan paling detail yang pernah diambil dari jantung galaksi Bima Sakti. Berdasarkan pantauan redaksi, gambar menakjubkan tersebut dipenuhi oleh sekitar 60 million bintang yang berkerumun di pusat galaksi spiral kita.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan resmi European Space Agency pada hari Rabu, foto terbaru dari pusat terang Bima Sakti ini akan sangat membantu dalam misi pencarian planet di luar Tata Surya kita atau eksoplanet. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, teleskop seharga 1,5 miliar dolar AS ini sejatinya mengemban misi utama memetakan sepertiga bagian langit guna mengungkap misteri materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy).
Astronom asal Prancis yang bekerja untuk misi Euclid, Jean-Charles Cuillandre, menyatakan kepada AFP bahwa di pusat galaksi spiral kita terdapat tonjolan berupa gelembung besar yang menampung miliaran bintang. Menurut Jean-Charles Cuillandre, pihak akademisi memutuskan untuk mengarahkan Euclid ke area langit paling terang tersebut dan hasilnya bekerja dengan sangat luar biasa serta luar biasa indah.
Berdasarkan data teknis yang dirilis, teleskop Euclid yang mengorbit sejauh 930.000 mil dari Bumi menangkap gambar mosaic tersebut menggunakan kamera cahaya tampak (visible light camera) selama 26 jam pada Maret 2025. Dari pantauan redaksi, mosaik menakjubkan ini terdiri dari sembilan foto terpisah, di mana masing-masing foto mencakup area langit yang lebih luas daripada bulan.
Meskipun gambar asli Euclid diambil dalam format hitam putih, pewarnaan kemudian ditambahkan menggunakan data observasi dari Canada-France-Hawaii Telescope yang berlokasi di Hawaii. Kendati demikian, Jean-Charles Cuillandre menekankan bahwa pembuatan mahakarya ini tidak dilakukan hanya untuk menghasilkan citra visual yang indah semata, melainkan demi kepentingan sains yang mendalam.
Menurut European Space Agency, foto detail ini bertindak layaknya "kaca pembesar kosmik" melalui proses yang disebut mikrolensa (microlensing), yang terjadi ketika sebuah bintang melintas di depan bintang lainnya. Bintang yang berada lebih dekat akan membelokkan dan mencerahkan cahaya bintang di latar belakangnya, dan jika ada planet yang mengorbit bintang dekat tersebut, gravitasinya akan sedikit mengubah pembelokan cahaya yang mendeteksi keberadaan planet.
Astronom Prancis lainnya, Jean-Philippe Beaulieu, menambahkan bahwa selama 20 tahun terakhir, hampir 300 eksoplanet telah ditemukan menggunakan teknik mikrolensa ini melalui teleskop berbasis darat di pusat galaksi kita. Berdasarkan analisisnya, citra baru dari Euclid ini mencakup 51 sistem planet yang sudah dikenal dan akan sangat membantu dalam mempelajari lebih banyak lagi sistem baru yang akan ditemukan di masa depan.