Pihak FBI mengeluarkan pernyataan resmi bahwa beberapa surat tebusan yang terkait dengan hilangnya Nancy Guthrie telah "dianggap sebagai upaya pemerasan tanpa legitimasi". Meski demikian, otoritas federal menegaskan bahwa tuntutan lain berpotensi sah dan hingga kini masih terus diselidiki secara mendalam.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, misteri mengenai siapa di balik surat-surat tebusan tersebut terus membingungkan tim penyidik di Arizona. Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat korban yang kini berusia 84 tahun merupakan ibu dari salah satu pembawa acara ternama "Today" show, Savannah Guthrie. Korban dilaporkan diculik dari kediamannya di tengah malam sejak lima bulan yang lalu.
Menurut penjelasan resmi dari otoritas keamanan, pesan-pesan tebusan yang masuk terbagi ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah dua surat yang dikirim pada minggu pertama hilangnya korban yang diyakini kuat oleh penyidik sebagai pesan asli. Kategori kedua adalah pesan yang berpotensi asli namun minim petunjuk, dan kategori ketiga adalah surat yang dipastikan murni sebagai upaya mencari keuntungan finansial dari para pemeras palsu.
Dalam pernyataan resminya kepada CBS News, perwakilan FBI mengonfirmasi situasi tersebut. "FBI dan mitra gugus tugasnya telah menerima beberapa surat tebusan selama penyelidikan ini berlangsung. Beberapa telah dianggap sebagai upaya pemerasan tanpa legitimasi. Tuntutan tebusan lainnya berpotensi sah dan masih diselidiki sebagai pesan yang valid," ungkap pejabat FBI tersebut.
Hingga saat ini, proses investigasi digital forensik terhadap seluruh surat tebusan tersebut ditangani langsung oleh divisi siber FBI. Badan federal ini bertindak untuk membantu otoritas lokal, khususnya Pima County Sheriff's Department yang menjadi leading sector dalam penanganan kasus penculikan bermotif tebusan ini.
Dari pengamatan tim redaksi, surat tebusan pertama dikirim pada 2 Februari, tepat satu hari setelah Nancy Guthrie dilaporkan hilang dari rumahnya di Tucson. Surat tersebut dinilai sangat kredibel karena memuat detail spesifik yang hanya diketahui di TKP, seperti posisi Apple Watch milik korban yang tertinggal di lantai samping tempat tidur dan kondisi lampu teras belakang yang mati. Pelaku awalnya meminta tebusan senilai 4 juta dolar AS dalam bentuk bitcoin.
Komunikasi kedua kemudian masuk empat hari setelahnya melalui jalur pengaduan masyarakat. Berdasarkan pelacakan forensik digital, FBI menemukan bahwa pesan kedua tersebut dikirim dari alamat IP yang sama dengan surat pertama, namun membawa kabar duka bahwa Nancy Guthrie telah meninggal dunia.
Pihak keluarga sempat merespons dengan mengirimkan pesan video yang menyatakan kesediaan mereka untuk membayar tebusan tersebut. "Kami menerima pesan Anda dan kami mengerti... Ini sangat berharga bagi kami dan kami akan membayar," ungkap Savannah Guthrie saat itu. Namun sayang, pihak penculik tidak pernah memberikan balasan lagi sejak saat itu.
Di sisi lain, pendiri media TMZ Harvey Levin mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima sekitar selusin pesan dari oknum yang mengaku memiliki informasi mengenai penculik. Oknum tersebut meminta imbalan sebesar 1 bitcoin untuk informasi lokasi video Nancy Guthrie yang disimpan di dalam sebuah ponsel tersembunyi. Kendati demikian, FBI meminta TMZ untuk tidak gegabah melakukan investigasi mandiri demi menjaga keselamatan korban dan kerahasiaan operasi yang kini disebut sudah mendekati titik terang.