Dunia sepak bola internasional kembali melepas salah satu talenta terbaiknya. Gelandang legendaris asal Spanyol, Santi Cazorla, secara resmi mengumumkan keputusannya untuk gantung sepatu dari sepak bola profesional pada usia 41 tahun. Karier panjang sang pemain ditutup dengan cerita emosional di klub masa kecil dan tempatnya menimba ilmu, Real Oviedo.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari TyC Sports, pemain asal Asturias ini meninggalkan warisan berharga setelah sempat menjadi bagian penting dari generasi emas tim nasional Spanyol yang sukses memenangkan dua gelar Euro. Selain sukses di level internasional, Santi Cazorla juga menorehkan jejak mendalam bersama klub-klub besar Eropa seperti Villarreal, Recreativo Huelva, Málaga, Arsenal, hingga petualangannya di Qatar bersama Al Sadd.
Dari pantauan redaksi, perjalanan karier Santi Cazorla tidak selalu berjalan mulus dan penuh dengan ujian berat. Ia sempat mengalami cedera pergelangan kaki parah yang berujung infeksi serius dan gangren, hingga menghancurkan sekitar 8 sentimeter tendon Achilles-nya. Meskipun sempat dihadapkan pada ancaman amputasi kaki dan vonis medis yang mengecilkan harapan, ia berhasil bangkit setelah menjalani delapan kali operasi serta cangkok kulit untuk bisa kembali merumput.
Menurut informasi yang dihimpun, menjelang akhir kariernya, Santi Cazorla memilih kembali ke Real Oviedo demi mewujudkan impian masa kecilnya membela tim utama. Pengorbanan besar ia tunjukkan dengan hanya menerima gaji minimum, menyerahkan hak citranya kepada institusi, serta meminta agar 10% dari hasil penjualan jersey miliknya dialokasikan khusus untuk mendanai divisi junior klub tersebut.
Di sisi lain, mantan pemain bintang Arsenal ini tidak pernah ragu mengungkapkan kekagumannya terhadap legenda Argentina, Juan Román Riquelme, yang sempat menjadi rekan setimnya di Villarreal. "Dia telah menjadi tolok ukur bagi saya dan klub ini. Bagi saya, Román adalah yang terbaik dari semuanya. Seorang pemain yang berbeda, yang bisa memenangkan pertandingan sendirian, dan saya beruntung pernah bermain bersamanya," ujar Santi Cazorla dalam sebuah wawancara.
Melalui sebuah unggahan video emosional untuk mengumumkan akhir perjalanannya, pemain bertubuh mungil ini menyampaikan pesan menyentuh bagi para penggemar. "Cerita saya tidak dimulai di stadion besar atau di bawah lampu sorot, melainkan di lapangan biasa, dengan sebuah bola dan seorang anak yang hanya ingin bermain sepak bola. Saya menjalani hal-hal yang sangat indah, tapi saya juga melewati momen-momen sulit yang tidak terduga. Namun, saya tidak pernah berhenti mencoba," ungkapnya dalam video tersebut.
Pihak manajemen Real Oviedo sendiri langsung memberikan penghormatan tertinggi bagi sang legenda melalui sebuah pernyataan resmi. "Hari ini kariernya sebagai pesepak bola Real Oviedo berakhir, namun tidak dengan hubungannya bersama klub. Setelah seumur hidup didedikasikan untuk sepak bola, saatnya telah tiba untuk berhenti sejenak. Ketika saatnya tiba, Santi Cazorla tahu bahwa pintu Real Oviedo akan selalu terbuka untuk menyambutnya kembali," tulis pihak klub.