Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat mengenai lokasi pembangunan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih yang dinilai tidak ideal. Langkah ini diambil guna memastikan program strategis tersebut dapat berjalan dengan optimal di lapangan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Sebelumnya, penempatan lokasi Kopdes Merah Putih sempat menuai sorotan tajam dari publik. Dari pantauan redaksi di media sosial, sejumlah netizen mengkritik pembangunan fasilitas tersebut karena posisinya yang dinilai tidak strategis, seperti berada di tengah hutan, dekat kawasan tambak, hingga di samping area pemakaman.
Berdasarkan penjelasan Ferry Juliantono, seluruh masukan tersebut kini sudah langsung dikoreksi oleh kementerian terkait. "Itu sudah dikoreksi semua, semua masukan, termasuk juga yang ada di sosial media kita langsung koreksi karena kita juga punya call center Kementerian Koperasi, kita mirroring juga dengan sistem informasi yang ada di PT Agrinas Pangan Nusantara selalu melakukan pengecekan di lapangan," ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Menurut pengamatan tim redaksi, penentuan lokasi Kopdes Merah Putih sebenarnya didasarkan pada hasil musyawarah warga desa setempat. Hal ini terjadi karena lahan yang digunakan untuk pembangunan fisik, gudang, maupun gerai tidak dibeli oleh pemerintah, melainkan murni memanfaatkan aset tanah milik pemerintah desa, pemerintah daerah, pemerintah pusat, ataupun pihak BUMN.
Ferry Juliantono juga menambahkan bahwa keterbatasan lahan di beberapa desa menjadi salah satu pemicu munculnya lokasi yang kurang strategis tersebut. Meski demikian, persentasenya relatif sangat kecil. Pihak kementerian berharap masyarakat desa yang nantinya menjadi anggota koperasi, serta kepala desa yang bertindak sebagai pengawas, dapat saling mendukung kelancaran operasional ke depannya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut memberikan klarifikasi mengenai polemik ini. Berdasarkan keterangannya, lokasi Kopdes Merah Putih memang disesuaikan dengan fungsi utamanya sebagai penyerap hasil produksi masyarakat atau offtaker, sehingga karakteristik tempatnya tentu berbeda dan tidak bisa disamakan dengan pusat perbelanjaan atau supermarket di perkotaan.