Kabayan55 Kabayan55
/home / berita / Mandatori Berlaku, Pertamina Patra...
BERITA

Mandatori Berlaku, Pertamina Patra Niaga Siapkan B50 secara Nasional

Fasilitas Terminal BBM Pertamina siap distribusikan pasokan energi alternatif biodiesel B50

Fasilitas Terminal BBM Pertamina siap distribusikan pasokan energi alternatif biodiesel B50

PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan menyiapkan pasokan biodiesel 50 persen atau B50 sebanyak 87,27 juta liter per hari. Langkah strategis ini dilakukan seiring dengan mulai berlakunya program mandatori B50 di tanah air. Berdasarkan pantauan redaksi, penerapan bahan bakar alternatif yang memanfaatkan minyak kelapa sawit ini menjadi komitmen besar pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Menurut penjelasan Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, pasokan jumbo ini bersumber dari seluruh terminal bahan bakar minyak (BBM) yang mengintegrasikan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) spesifikasi B50 secara paralel. Sebagai langkah awal, volume yang disalurkan pada 1 Juli tercatat mencapai 37,91 juta liter. "Sebagai awalan jumlah yang disalurkan pada 1 Juli sebanyak 37,91 juta liter, PPN akan menyiapkan B50 sejumlah 87,27 juta liter per hari untuk disalurkan secara nasional," ujar Roberth.

Dari pengamatan tim redaksi, distribusi pasokan B50 ini nantinya akan menyasar ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina maupun mitra strategisnya melalui produk Biosolar dan Dexlite secara bertahap. Kebijakan teknis penyaluran ini sepenuhnya mengikuti arahan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah sendiri merencanakan implementasi B50 berjalan mulai 1 Juli 2026, sembari menunggu jadwal peresmian langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa seluruh fasilitas hilir mereka telah siap beroperasi penuh. Berdasarkan data internal perusahaan, sebanyak 126 Terminal BBM di bawah pengelolaan Pertamina Patra Niaga diklaim sudah siap mendistribusikan produk B50 tersebut ke seluruh pelosok negeri tanpa kendala teknis yang berarti.

Kendati mandatori sudah berjalan, pemerintah memberikan kelonggaran berupa masa transisi selama tiga bulan. Menurut Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, masa transisi ini diperlukan untuk menghabiskan sisa stok B40 yang masih berada di tangki penyimpanan. "Masa transisi itu dilakukan untuk menghabiskan stok B40. Kalau di kilang-kilang masih ada B40, nanti bisa blending dengan B50 jadi spesifikasinya sedikit berbeda. Nah ini yang kami berikan masa transisi," tutur Eniya dalam sebuah forum energi.

Berdasarkan proyeksi Kementerian ESDM, Pertamina ditargetkan mampu menghabiskan seluruh sisa stok B40 dalam kurun waktu dua bulan. Secara makro, terdapat 30 badan usaha BBM yang akan melaksanakan pencampuran biodiesel ini, di mana Pertamina dan AKR memegang porsi terbesar hingga 70 persen. Masa transisi ini dijadwalkan berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September 2026, dan per 1 Oktober 2026 seluruh titik penjualan diwajibkan telah memasarkan B50 secara penuh.

// TOPICS
#pertamina_patra_niaga #b50 #biodiesel #energi #kementerian_esdm
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan55 adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terpercaya. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas dari Jakarta Selatan.