Kabayan55 Kabayan55
/home / berita / Pemerintah Bangun Dua Pabrik Metanol...
BERITA

Pemerintah Bangun Dua Pabrik Metanol Guna Dukung Mandatori B50

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers mengenai pembangunan pabrik metanol

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers mengenai pembangunan pabrik metanol

Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana strategis untuk membangun dua pabrik metanol baru di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, langkah ini diambil karena metanol merupakan salah satu komponen krusial yang sangat dibutuhkan untuk menyokong produksi biodiesel di dalam negeri.

Berdasarkan pantauan redaksi, pengumuman ini bertepatan dengan peresmian implementasi biodiesel 50 persen atau B50 yang mulai berlaku hari ini. Program B50 sendiri mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar minyak jenis solar, sebagai upaya menekan ketergantungan pada energi fosil.

"Kami akan segera membangun industri metanol di Jawa Timur yang akan di-groundbreaking bulan ini. Kemudian ada juga di Kalimantan Timur," kata Bahlil saat ditemui oleh awak media usai menghadiri acara peluncuran resmi B50 di kawasan Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Dalam penjelasannya, pabrik metanol yang akan berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, bakal memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku utamanya. Sementara itu, fasilitas produksi yang dibangun di Kalimantan Timur direncanakan menggunakan metode hilirisasi batu bara untuk menghasilkan metanol.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan pembangunan pabrik ini menjadi prioritas utama demi mengatasi tantangan ketersediaan pasokan. "Munculnya B50 membuat kebutuhan metanol naik, jumlahnya sekitar 2,5 juta ton per tahun," ujarnya terkait peningkatan signifikan kebutuhan bahan baku tersebut.

Dari pengamatan tim redaksi, komitmen pemerintah tidak berhenti di tahap ini karena Presiden Prabowo Subianto juga mengarahkan agar bauran energi ini terus ditingkatkan ke B60 melalui riset mendalam. Di sisi lain, proyek di Jawa Timur ini turut melibatkan sinergi antara Pertamina New and Renewable Energy dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pengembangan bioetanol berbasis tebu di Glenmore, Banyuwangi, diharapkan mampu memproduksi hingga 30 ribu KL per tahun. Langkah ini diperkirakan dapat memberdayakan lebih dari 4 ribu tenaga kerja lokal serta memangkas emisi karbon tahunan hingga 66 ribu ton setara CO2.

Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa kebijakan mandatori ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan B50 secara masif. "Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyat," tutur Presiden dalam siaran resminya.

// TOPICS
#pabrik_metanol #biodiesel_b50 #kementerian_esdm #energi_terbarukan #hilirisasi #prabowo_subianto #bahlil_lahadalia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan55 adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terpercaya. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas dari Jakarta Selatan.