Suara mesin gerinda memecah keheningan malam saat sejumlah anggota kepolisian melanjutkan penggeledahan di kompleks perukoan yang terletak di Jalan Asem II, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Berdasarkan pantauan redaksi di lokasi kejadian, beberapa penyidik kepolisian masih berada di dalam sebuah ruko yang posisinya terletak di paling ujung hingga pukul 01.15 WIB.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pengamatan tim redaksi yang berada di jarak sekitar 50 meter, terdengar suara mesin gerinda yang cukup nyaring dari dalam ruko yang sedang digeledah tersebut. Sebelum suara bising itu terdengar, terlihat sejumlah orang membawa tas berukuran cukup besar memasuki area ruko yang telah dibatasi ketat oleh garis polisi. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait benda apa yang dibuka menggunakan mesin gerinda tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, aksi penggeledahan ini merupakan rangkaian penyidikan lanjutan yang dilakukan oleh tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya. Langkah ini diambil setelah sebelumnya aparat penegak hukum berhasil menyita uang tunai senilai Rp 67,2 miliar. Secara keseluruhan, ada 12 lokasi berbeda yang digeledah sejak Rabu (8/7/2026) terkait perkara dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Berdasarkan penjelasan dari Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon, penggeledahan ini dilakukan atas dasar penyidikan terhadap sejumlah perkara kakap. Perkara tersebut meliputi dugaan korupsi batu bara PLN, PT Asabri (Persero), PT Asuransi Jiwa Jiwasraya untuk kurun waktu 2020 hingga 2025, serta dugaan korupsi terkait penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Dari pantauan redaksi, ke-12 lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan tersebut tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa di antaranya meliputi kantor PT CBS di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, PT KNI di Jakarta Pusat, rumah sejumlah saksi di Serpong Utara, Mega Kuningan, Gandaria Selatan, sebuah apartemen mewah di Pacific Place, hingga sebuah money changer di Jakarta Selatan.