Erling Haaland telah menjelma menjadi salah satu bintang terbesar dalam sepak bola dunia saat ini. Penyerang asal Norway yang kini tengah berlaga di kompetisi World Cup tersebut tidak hanya dikenal karena kemampuan mencetak golnya yang luar biasa, postur tubuhnya yang mencapai 195 cm, tetapi juga karena porsi makannya yang tampaknya tidak pernah habis.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan yang dihimpun, striker andalan Manchester City ini diketahui mengonsumsi sekitar 6.000 kalori setiap hari selama periode pelatihan intensif dan kompetisi resmi. Sebagian besar asupan masif tersebut berasal dari makanan sederhana namun kaya protein yang bersumber langsung dari pertanian, deli, dan tukang daging favoritnya di sekitar wilayah Manchester.
Dipicu rasa penasaran, jurnalis CBS News Leigh Kiniry memutuskan untuk menguji seberapa berat menjalani pola makan ala "Viking" tersebut. Menu sarapan pertamanya dimulai dengan porsi yang sangat substansial, yakni empat telur orak-arik, dua iris tebal roti panggang sourdough, semangkuk besar yogurt Yunani dengan buah beri, kopi hitam dengan sirup maple, serta segelas susu murni.
Memasuki waktu makan siang, Kiniry mulai meragukan keputusannya setelah mengunjungi deli Italia favorit Haaland, Ad Maiora. Di tempat ini, terdapat menu roti lapis sepanjang satu kaki yang dinamai "The Haaland", berisi daging ham Parma, burrata, pesto, tomat kering, dan minyak truffle.
Menurut pantauan redaksi, tantangan terberat justru muncul saat makan malam tiba di restoran Hawksmoor. Menu makan malam sang atlet melibatkan sumsum tulang sapi sebagai hidangan pembuka, disusul dengan daging porterhouse panggang seberat 2,6 pon (sekitar 1,17 kilogram) yang dimasak dengan tingkat kematangan medium-rare.
Kiniry akhirnya terpaksa menyerah di tengah jalan karena kapasitas perut manusia biasa yang tidak sebanding dengan metabolisme sang atlet. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa pola makan ekstrem ini memang dirancang khusus untuk menunjang tuntutan fisik luar biasa dari pesepak bola profesional berusia 25 tahun yang membakar ribuan kalori setiap harinya.
Melalui eksperimen 24 jam yang melelahkan ini, muncul apresiasi baru terhadap disiplin ketat para atlet elite dunia. Kegemilangan performa bersama tim nasional Norway di ajang World Cup membuktikan bahwa dalam urusan mencetak gol maupun menghabiskan isi piring, hanya sedikit orang yang mampu mengimbangi sang "Striking Viking".