Tim nasional sepak bola putra United States berhasil memastikan tempat di babak 16 besar setelah menumbangkan Bosnia and Herzegovina dengan skor 2-0 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Berdasarkan pantauan redaksi di Levi's Stadium, laga bersejarah ini menandai kemenangan fase gugur kedua sepanjang sejarah keikutsertaan tim putra negeri Paman Sam tersebut di ajang Piala Dunia, meski harus diwarnai insiden kartu merah kontroversial yang merugikan kubu tuan rumah.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Penyerang andalan Folarin Balogun membuka keunggulan United States lewat golnya pada menit ke-45 setelah menerima umpan matang dari Malik Tillman di dalam kotak penalti. Gol kaki kiri tersebut menjadi lesatan ketiga Balogun sepanjang turnamen ini sekaligus membawa timnya unggul 1-0 di babak pertama. Pengamatan tim redaksi menunjukkan dominasi United States mulai terlihat kuat setelah melewati 15 menit pertama yang sempat dikuasai oleh tim lawan.
Namun, petaka bagi United States datang pada menit ke-64 ketika Folarin Balogun diusir keluar lapangan oleh wasit akibat kartu merah langsung. Balogun dianggap melakukan pelanggaran keras saat berebut bola dengan pemain Bosnia, Tarik Muharemović, yang menyebabkan pergelangan kaki sang bek tertekuk. Keputusan ini memaksa United States bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan.
Menanggapi situasi sulit tersebut, bintang lapangan Christian Pulisic mengaku bangga dengan determinasi rekan-rekan setimnya. "Kami harus berjuang ekstra keras untuk kemenangan ini. Semuanya tidak berjalan sesuai rencana setelah kartu merah itu, tetapi ini menunjukkan betapa bagusnya tim kami. Kami saling menguatkan saat jeda hidrasi dan kami berhasil membuktikannya," ujar Christian Pulisic setelah laga berakhir.
Kemenangan United States akhirnya dikunci pada menit ke-81 melalui eksekusi tendangan bebas yang sempurna dari Malik Tillman tepat di luar kotak penalti. Menurut catatan statistik pertandingan, gol Tillman ini menjadi gol tendangan bebas pertama bagi United States di Piala Dunia sejak Eric Wynalda membobol gawang Switzerland pada laga pembuka edisi 1994 silam.
Dari pantauan redaksi, atmosfer stadion bergemuruh dengan yel-yel "U-S-A! U-S-A!" dari ribuan suporter yang memadati tribun menjelang menit-menit akhir pertandingan. Hasil positif ini sekaligus memutus rekor buruk 10 pertandingan tanpa kemenangan milik United States saat menghadapi tim-tim asal Eropa di panggung Piala Dunia sejak tahun 2002.
Pelatih kepala United States, Mauricio Pochettino, yang kini menjadi pelatih pertama timnas AS dengan koleksi tiga kemenangan di Piala Dunia, secara terbuka mengkritik keputusan sang pengadil lapangan. "Bagi saya pribadi? Itu sama sekali bukan kartu merah," kata Mauricio Pochettino dengan nada kecewa terhadap sanksi yang diterima anak asuhnya.
Di sisi lain, pelatih Bosnia and Herzegovina, Sergej Barbarez, mengakui bahwa kesalahan elementer di lini pertahanan menjadi penyebab utama kekalahan timnya. "Kami kebobolan gol akibat kesalahan kami sendiri. Sayangnya, hal seperti itu bisa terjadi dan di level kompetisi tertinggi seperti ini, setiap kesalahan akan langsung dihukum," tutur Sergej Barbarez melalui seorang penerjemah.
Dengan hasil memuaskan di babak 32 besar dalam format turnamen yang telah diperluas ini, United States dijadwalkan akan menantang Belgium pada hari Senin mendatang di Seattle. Pertandingan ini menjadi misi balas dendam sekaligus pembuktian bagi tim tuan rumah setelah pada Piala Dunia 2014 lalu mereka disingkirkan oleh lawan yang sama di babak 16 besar.