Harga bahan bakar minyak di Amerika Serikat dilaporkan kembali merangkak naik di tengah eskalasi bentrokan militer yang kembali terjadi antara AS dan Iran. Berdasarkan data terbaru dari AAA, harga rata-rata nasional untuk bensin reguler melonjak menjadi USD 3,88 per galon pada hari Jumat, mengalami kenaikan dari USD 3,84 pada pekan sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pantauan redaksi, tren kenaikan ini membalikkan keadaan setelah sempat menyentuh level terendah USD 3,80 pada 5 Juli lalu pasca penandatanganan gencatan senjata sementara bulan lalu. Pihak AAA dalam laporan resminya menyatakan, "Harga gas naik lagi karena masa depan gencatan senjata antara AS dan Iran masih diliputi ketidakpastian."
Dari pantauan redaksi, lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran global bahwa konflik yang berkepanjangan dapat melumpuhkan jalur perdagangan vital di Selat Hormuz. Selat strategis di Teluk Persia tersebut mengontrol sekitar 20 persen dari total arus energi dunia, di mana jumlah kapal yang melintas kini merosot tajam ke level harian terendah sejak akhir Juni.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, situasi kian memanas setelah President Trump menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah "berakhir" dalam waktu kurang dari tiga minggu. Di sisi lain, pembatasan ekspor diesel dari Russia akibat serangan Ukraina pada kilang-kilang minyak mereka turut memperketat pasokan energi di pasar global saat ini.