Washington D.C. - Perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau "Fourth of July" di kota Washington D.C. kini secara resmi dikategorikan sebagai "national special security event" yang merupakan status klasifikasi keamanan tertinggi di negara tersebut. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan jalannya rangkaian festival "America 250" yang puncaknya ditandai dengan pertunjukan kembang api raksasa yang diprediksi akan menyedot perhatian ratusan ribu pengunjung.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, status keamanan super ketat ini tergolong sangat langka dan biasanya hanya diterapkan untuk upacara pelantikan presiden atau ajang besar seperti Super Bowl. Dengan penetapan status khusus ini, komando penuh atas seluruh operasi pengamanan di ibu kota kini berada di bawah kendali penuh lembaga intelijen U.S. Secret Service.
Menurut pernyataan resmi dari Tara McLeese selaku Special Agent in Charge dari kantor lapangan U.S. Secret Service di Washington D.C., persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. "Saya ingin menyampaikan bahwa ada ratusan, bahkan ribuan profesional penegak hukum yang telah merencanakan pengamanan acara ini selama beberapa bulan terakhir," ujar Tara McLeese saat menjelaskan kompleksitas operasi pengamanan tersebut.
Berdasarkan agenda resmi, Presiden Donald Trump dijadwalkan akan memberikan pidato kenegaraan di tengah kemeriahan festival pada hari Sabtu sekitar pukul 21.00 waktu setempat, sebelum pertunjukan kembang api dimulai pada pukul 22.30. Meski pengamanan ditingkatkan secara drastis, pihak otoritas keamanan menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya ancaman spesifik maupun kredibel yang mengarah pada perayaan akhir pekan ini.
Dari pengamatan tim redaksi, institusi U.S. Marshals Service juga telah mengambil langkah cepat dengan melantik ratusan perwira tambahan yang didatangkan dari 44 agen penegak hukum lokal di seluruh penjuru negeri demi memperkuat pertahanan di ibu kota. Direktur U.S. Marshals Service, Gadyaces S. Serralta, menyatakan keyakinan penuhnya terhadap kesiapan personel di lapangan. "Ketika saya mengatakan bahwa kami siap, saya mempertaruhkan reputasi saya untuk itu. Bangsa kita telah siap merayakan lahirnya kebebasan di negeri ini," tegas Gadyaces S. Serralta.
Sementara itu, situasi di sekitar area utama perayaan menunjukkan pemandangan yang tidak biasa. Berdasarkan pantauan redaksi, hampir 5.000 tentara National Guard telah disiagakan dan disebar di sekitar pagar pembatas sepanjang bermil-mil yang mengelilingi pusat acara. Para agen dan petugas kepolisian diposisikan secara strategis di sepanjang pagar tersebut guna memitigasi segala risiko.
Menurut penjelasan tambahan dari Tara McLeese, penempatan pagar pembatas tersebut telah dirancang sedemikian rupa agar tidak membahayakan publik jika terjadi situasi darurat. "Jika ada peristiwa yang memerlukan evakuasi cepat, petugas akan segera membuka pagar-pagar ini, dan kami akan mengeluarkan masyarakat dengan aman," tutur Tara McLeese memastikan prosedur keselamatan.
Pengamanan ketat ini tidak hanya bertumpu di sektor darat. Berdasarkan laporan terkini, wilayah perairan di sekitar Washington D.C. juga dipantau secara ketat melalui patroli berkala menggunakan kapal dan armada laut milik U.S. Coast Guard. Hal ini dilakukan demi menutup segala celah potensi gangguan keamanan dari sektor perairan.
Bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menghadiri acara secara langsung, pihak panitia memberlakukan aturan pemeriksaan yang sangat ketat menyerupai prosedur pemindaian di bandara udara. Para pengunjung hanya diperbolehkan membawa satu tas transparan, serta dilarang keras membawa barang-barang tertentu seperti wadah pendingin makanan (coolers) maupun kursi lipat ke dalam area festival.