Raksasa teknologi Apple resmi mengajukan gugatan hukum terhadap OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, serta dua eksekutifnya pada Jumat lalu. Berdasarkan berkas gugatan yang masuk ke Pengadilan Distrik Utara California, Apple menuduh OpenAI telah mencuri rahasia dagang milik mereka demi mendapatkan keunggulan dalam persaingan ketat industri kecerdasan buatan (AI).
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut dokumen gugatan tersebut, Apple secara spesifik menuduh Chief Hardware Officer OpenAI, Tang Tan, dan seorang staf teknis bernama Chang Liu, telah mengambil informasi kepemilikan Apple secara ilegal. Langkah ini diduga kuat untuk membantu OpenAI dalam mengembangkan lini perangkat keras mereka sendiri. Diketahui, kedua karyawan OpenAI tersebut merupakan mantan pekerja di Apple.
Dari pantauan redaksi, Apple juga menuduh OpenAI melakukan tindakan pelanggaran yang terkoordinasi di tingkat institusi. "Kasus ini adalah tentang mantan karyawan Apple yang mencuri rahasia dagang Apple untuk kepentingan OpenAI," demikian bunyi pernyataan dalam gugatan tersebut. Pihak Apple menegaskan bahwa gugatan ini dilayangkan untuk menghentikan tindakan ilegal tersebut.
Tang Tan sendiri tercatat telah bekerja di Apple selama lebih dari dua dekade dan terlibat langsung dalam perancangan produk ikonik seperti iPhone, Apple Watch, dan iPod. Sementara itu, Chang Liu merupakan mantan insinyur listrik Apple selama delapan tahun yang memiliki akses ke informasi pengembangan produk yang sangat sensitif.
Menanggapi situasi ini, juru bicara Apple menyatakan bahwa perusahaan akan selalu mempertahankan kerja keras dan inovasi dari tim mereka. Menurut pengamatan tim redaksi, Apple berkomitmen mengambil semua langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi hak kekayaan intelektual mereka.
Di sisi lain, juru bicara OpenAI memberikan bantahan dalam pernyataan resmi kepada CBS News. "Kami tidak memiliki ketertarikan pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus pada pembangunan teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di mana saja," ujar perwakilan OpenAI.
Gugatan dari Apple ini muncul di saat OpenAI tengah mempersiapkan diri untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dalam skala besar. Berdasarkan draf tuntutan, Apple menuduh OpenAI telah meninggalkan akar organisasi nirlabanya demi memaksimalkan keuntungan komersial semata melalui kampanye agresif peluncuran perangkat keras ke pasar global.