Kabar mengejutkan datang dari korps adhyaksa setelah Febrie Adriansyah secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Sabtu dini hari. Pascapengunduran diri tersebut, situasi di kediaman pribadinya yang terletak di Jalan Radio I Nomor 15, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, langsung menjadi sorotan publik dan awak media.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi sejak pukul 11.00 WIB, pemandangan di sekitar rumah mewah tersebut tampak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Dari pantauan redaksi, sudah tidak terlihat lagi adanya pengamanan ketat yang dilakukan oleh personel TNI berseragam lengkap seperti yang sempat terjadi beberapa hari lalu.
Menurut pantauan wartawan di lapangan, penjagaan kini digantikan oleh lebih dari empat orang pria berpakaian sipil atau bebas. Mereka tampak berkumpul di pos keamanan yang berada tepat di seberang rumah Febrie Adriansyah, dengan beberapa di antaranya sesekali terlihat keluar-masuk melewati pagar halaman rumah mewah bercat putih dengan ornamen hitam tersebut.
Langkah pengunduran diri ini disinyalir berkaitan erat dengan rentetan penegakan hukum yang terjadi sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya sempat melakukan penggeledahan besar-besaran di 13 lokasi berbeda, termasuk di rumah kediaman Febrie Adriansyah.
Menurut Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon, penggeledahan ini didasari atas penyidikan sejumlah perkara besar. Kasus tersebut meliputi dugaan tindak pidana korupsi dan/atau TPPU yang melibatkan oknum penyelenggara negara dalam proses penanganan perkara PT Asabri (Persero), Asuransi Jiwa Jiwasraya, serta sengkarut penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Dalam operasi geledah massal tersebut, tim penyidik kepolisian dilaporkan berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial untuk kepentingan penyidikan lanjutan. Barang bukti yang diamankan dari belasan lokasi tersebut di antaranya berupa uang tunai senilai puluhan miliar rupiah, dokumen-dokumen penting, serta berbagai aset bernilai tinggi lainnya.