Kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dan Oman dilaporkan telah menyetujui kesepakatan mengenai penarikan biaya tarif terkait pengelolaan jalur pelayaran global di Selat Hormuz. Berdasarkan laporan dari New York Times, kedua negara tersebut juga berencana untuk segera menyerahkan proposal kesepakatan bersama ini kepada pihak Amerika Serikat guna mendapatkan persetujuan lebih lanjut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut isi proposal tersebut, penarikan biaya administrasi bersama oleh Iran dan Oman ditujukan untuk mendanai perawatan jalur, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung operasi penyelamatan laut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya normalisasi Selat Hormuz agar kapal-kapal kargo internasional dapat melintas dengan aman dan bebas dalam kurun waktu setidaknya 60 hari setelah usulan disetujui.
Meskipun draf kesepakatan telah disusun, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi, memberikan klarifikasi penting mengenai status pungutan tersebut. Ia menegaskan bahwa usulan ini bukanlah sebuah tarif wajib yang mengikat, melainkan sebuah biaya sukarela dari perusahaan pelayaran dengan skema yang diklaim mirip dengan sistem pengelolaan di Selat Malaka dan Singapura.
Dari pantauan redaksi, situasi diplomatik terkait kejelasan proposal ini masih tampak simpang siur di tingkat regional. Beberapa sumber diplomatik menyebutkan bahwa berkas usulan tersebut sudah resmi berada di tangan otoritas Washington, namun seorang pejabat Timur Tengah lainnya membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa Oman baru sebatas melakukan konsultasi awal mengenai mekanisme pengelolaan selat.
Di sisi lain, pengamatan tim redaksi menunjukkan adanya resistensi kuat dari pihak Washington. Amerika Serikat menentang keras rencana tersebut karena menilai Selat Hormuz sebagai jalur air internasional yang bebas, sehingga segala bentuk penarikan tol atau biaya apa pun dilarang keras di wilayah perairan strategis terkait.