Seorang jenderal berpengaruh yang memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) paramiliter Iran, Jenderal Ahmad Vahidi, secara mengejutkan muncul kembali di hadapan publik setelah lama terisolasi. Kehadiran tokoh militer senior ini terjadi di tengah persiapan intensif Teheran untuk menggelar upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan catatan dokumen sejarah konflik, Jenderal Ahmad Vahidi tercatat belum pernah terlihat lagi di depan umum sejak tanggal 8 Februari 2026. Kehilangannya dari radar publik tersebut terjadi hanya berselang beberapa minggu sebelum perang berskala besar yang melibatkan Iran resmi meletus secara terbuka.
Dari pantauan redaksi melalui dokumentasi yang dirilis oleh media pemerintah Iran, Jenderal Ahmad Vahidi tampak menghadiri pertemuan resmi terkait agenda pemakaman pada hari Jumat, 3 Juli 2026. Menurut laporan kantor berita Al Arabiya, sejumlah pengamat menilai bahwa Vahidi memegang peran yang sangat krusial serta menjadi pemain utama dalam merumuskan sikap keras Iran, terutama dalam menegosiasikan potensi pengakhiran perang secara permanen dengan Amerika Serikat.
Bukan hanya itu, tim redaksi mengamati bahwa Jenderal Ahmad Vahidi juga sempat duduk tepat di samping peti jenazah Ali Khamenei dalam sebuah upacara internal terbatas pada Kamis malam di dekat kediaman mendiang di pusat kota Teheran. Vahidi diyakini kuat merupakan bagian dari lingkaran elite kecil yang terhubung langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang saat ini dikabarkan masih bersembunyi akibat terluka dalam serangan udara Israel yang menewaskan ayahnya.
Menurut laporan dari AP News, rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan ini akan dimulai secara masif pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, berpusat di Grand Mosalla, Teheran. Otoritas setempat dikabarkan bakal melakukan penutupan jalan-jalan protokol serta menghentikan aktivitas harian kota. Jenazah Ali Khamenei rencananya juga akan diarak menuju beberapa kota besar di Iran hingga menyeberang ke negara tetangga, Irak, demi memberikan kesempatan bagi para pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir.