Kabayan55 Kabayan55
/home / ekonomi / Satu Tahun UU One Big Beautiful...
EKONOMI

Satu Tahun UU One Big Beautiful Bill: Siapa Untung dan Buntung?

Infografis dampak satu tahun implementasi undang-undang ekonomi One Big Beautiful Bill Act di AS

Infografis dampak satu tahun implementasi undang-undang ekonomi One Big Beautiful Bill Act di AS

Tepat satu tahun setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket undang-undang perpajakan dan pengeluaran menyeluruh yang dikenal sebagai "One Big Beautiful Bill Act" (OBBBA), dampak nyata terhadap rumah tangga, pelaku usaha, dan program federal di Amerika Serikat kini semakin terlihat jelas.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, undang-undang monumental yang disahkan pada 4 Juli 2025 ini berhasil menurunkan pajak bagi jutaan rumah tangga dan bisnis. Namun, untuk mendanai pemotongan pajak tersebut, pemerintah mengambil langkah kontroversial dengan memangkas anggaran federal pada program-program bantuan sosial krusial seperti Medicaid dan bantuan pangan (SNAP) atau food stamps.

"President Trump's Working Families Tax Cut secara simultan memberikan keringanan ekonomi jangka pendek sekaligus meletakkan dasar bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang," ujar juru bicara Gedung Putih, Kush Patel, dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan bahwa manfaat kebijakan ini melampaui sekadar pengembalian pajak satu kali, melainkan juga memicu investasi jangka panjang yang akan menciptakan lapangan kerja baru.

Dari pantauan redaksi, kebijakan ini menuai reaksi polarisasi yang tajam di panggung politik AS. Anggota parlemen dari Partai Republik memuji undang-undang tersebut karena dinilai memberikan keringanan pajak bagi keluarga berpenghasilan rendah hingga menengah, sekaligus mengurangi pemborosan dan penipuan dalam program federal. Sebaliknya, Partai Demokrat mengecam bahwa pemotongan pajak ini justru lebih banyak menguntungkan keluarga kaya dan korporasi besar dengan mengorbankan warga yang paling rentan.

Menurut Andrew Lautz, direktur kebijakan pajak di Bipartisan Policy Center, kedua argumen tersebut memiliki dasar kebenaran. "Banyak dari pemotongan pajak ini memang ditargetkan langsung pada pembayar pajak kelas menengah. Namun, di saat yang sama, ada banyak ketentuan dalam rancangan undang-undang ini yang utamanya menguntungkan orang-orang kaya," ungkapnya saat diwawancarai CBS News.

Dalam implementasinya, kelompok rumah tangga berpenghasilan tinggi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan. OBBBA memperpanjang ketentuan dari Tax Cuts and Jobs Act 2017 dan secara permanen mempertahankan tarif pajak penghasilan individu teratas sebesar 37 persen. Menurut Center for American Progress, langkah ini menguntungkan 2 persen wajib pajak teratas di AS, atau individu dengan penghasilan di atas 640.000 dolar AS per tahun.

Selain itu, sektor korporasi juga meraup keuntungan besar melalui kebijakan deduksi biaya investasi modal secara penuh dan langsung. Perusahaan raksasa seperti Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla dilaporkan berhasil menikmati penghematan pajak yang sangat masif berkat regulasi baru ini. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, insentif ini dirancang untuk merangsang aktivitas investasi domestik.

Di sisi lain, kelompok masyarakat penerima bantuan sosial justru menjadi pihak yang paling terdampak negatif. OBBBA memberlakukan syarat kerja baru yang ketat bagi penerima bantuan pangan SNAP untuk usia 18 hingga 64 tahun. Akibat aturan baru ini, partisipasi program SNAP dilaporkan merosot tajam hingga kehilangan lebih dari 4 juta peserta per Maret 2026.

Kelesuan juga membayangi sektor bisnis kendaraan listrik (EV) dan energi bersih. Sejak OBBBA menghapus insentif pajak federal untuk kendaraan listrik tahun lalu, angka penjualan EV langsung anjlok drastis. Menurut data dari Cox Automotive, penjualan kendaraan listrik sepanjang tahun 2026 mengalami penurunan hingga 22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

// TOPICS
#taxes #food_stamps #medicaid #donald_trump #amerika_serikat #kebijakan_ekonomi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Gamanto Hidayat telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan55.