Peace Architecture and Conflict Transformation Alliance (PACTA) mengecam keras aksi pembunuhan keji yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap seorang warga sipil tak bersenjata, Nicholas F. Goselin, yang berprofesi sebagai pilot AMA. Organisasi internasional tersebut menegaskan bahwa eksekusi yang sengaja dilakukan terhadap warga sipil di wilayah konflik merupakan bentuk kejahatan perang yang secara terang-terangan melanggar Konvensi Jenewa serta sebuah pelanggaran moral yang amat serius.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Kami sangat berduka atas kematian tragis pilot Nicholas F. Goselin dan berdiri dalam solidaritas penuh bersama keluarganya, serta mengutuk tindakan kekerasan yang tak berdasar ini. Belasungkawa dan doa kami yang terdalam menyertai Anda di masa yang sulit ini," ujar Juha Christensen, Ketua PACTA Finland, melalui sebuah keterangan tertulis resmi pada Jumat (3/7).
Berdasarkan laporan kronologi kejadian, insiden mematikan tersebut berlangsung pada Kamis (2/7) sekitar pukul 06.50 WIT. Berawal ketika pesawat yang baru saja lepas landas dari Bandara Wamena berhasil mendarat di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Sesaat setelah mendarat, armada maskapai PT AMA tersebut langsung diserang secara brutal oleh kelompok separatis bersenjata hingga hangus terbakar dan mengakibatkan sang pilot tewas seketika di lokasi kejadian.
Menurut pengamatan tim redaksi, peristiwa tragis ini kembali menambah daftar panjang catatan hitam aksi kekerasan terhadap penerbangan sipil di wilayah bumi cendrawasih. Juha Christensen yang juga pakar resolusi konflik Asia Tenggara tersebut menambahkan bahwa momentum kelam ini menjadi pengingat atas insiden serupa terdahulu, seperti gugurnya Kapten Egon Erawan dan Copilot Baskoro pada Februari 2026 di Korowai, serta pilot Glen Malcolm Conning pada Agustus 2024 lalu di Mimika.
Merespons situasi keamanan yang kian mengkhawatirkan, PACTA Finland mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia (Komnas HAM) untuk bergerak cepat memfasilitasi serta mendorong inisiatif dialog damai yang komprehensif bagi Papua. Pihaknya meyakini bahwa langkah dialog inklusif adalah satu-satunya jalan keluar yang rasional demi mengakhiri siklus konflik berdarah di wilayah tersebut.
Dari pantauan redaksi, aparat keamanan bergerak sigap merespons kekejaman ini. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengonfirmasi bahwa jajaran TNI saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok Kodap XVI TPNPB-OPM yang bertanggung jawab. Petugas gabungan terus mengumpulkan petunjuk kuat di lapangan guna mengidentifikasi serta meringkus para pelaku penembakan.