Para arkeolog berhasil menerjemahkan simbol mural dari reruntuhan peradaban suku Maya untuk pertama kalinya guna mengungkap nama seorang astronom sekaligus matematikawan kuno. Berdasarkan laporan resmi dari Kementerian Kebudayaan Guatemala, nama ilmuwan masa lalu tersebut diidentifikasi sebagai "Sak Tahn Waax" yang memiliki arti "White-chested Fox" atau Rubah Berdada Putih.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, nama tersebut ditemukan dalam rangkaian gambar kuno yang diperkirakan berasal dari periode tahun 400 Sebelum Masehi hingga 900 Masehi. Penemuan bersejarah ini berlokasi di situs arkeologi San Bartolo-Xultun yang letaknya berada di dekat wilayah perbatasan Meksiko.
Menurut penjelasan Menteri Kebudayaan Guatemala, Luis Mendez, para peneliti di situs Xultun telah menemukan sebuah formula matematika dan astronomi lengkap yang ditulis langsung oleh Sak Tahn Waax. Luis Mendez menambahkan bahwa penemuan ini merupakan satu-satunya karya sejenis yang dikaitkan langsung dengan seorang tokoh matematikawan dari periode Klasik Maya, yang dikenal sebagai puncak kejayaan peradaban Mesoamerika.
Pihak kementerian dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa penemuan luar biasa ini dapat terwujud berkat adanya analisis epigrafi yang mendalam terhadap lebih dari 50 mikroteks matematika dan astronomi yang tertulis di dinding. Dari pantauan redaksi, para peneliti tidak hanya berhasil menentukan nama sang astronom, tetapi juga berhasil mengidentifikasi berbagai perhitungan serta tabel yang menggunakan unit waktu astronomi dan kalender.
Proses penelitian intensif ini memanfaatkan dokumentasi gambar, foto, serta pemindaian prasasti yang kemudian ditingkatkan secara digital. Langkah teknologi tersebut berhasil memunculkan 11 hieroglif tersembunyi yang pada akhirnya dapat dipecahkan maknanya oleh tim ahli. Luis Mendez memaparkan bahwa glif-glif kuno tersebut muncul dalam sebuah konteks di mana unsur seni, sains, matematika, astronomi, dan kehidupan sehari-hari saling terjalin erat.
Peradaban suku Maya sendiri tercatat mulai mengalami penurunan yang signifikan sekitar tahun 900 Masehi, hingga akhirnya runtuh sepenuhnya seiring dengan kedatangan para penjelajah dan penakluk dari Spanyol menjelang abad ke-16. Penemuan berharga di San Bartolo-Xultun ini menjadi kepingan penting dalam merekonstruksi sejarah kemajuan ilmu pengetahuan manusia di masa lampau.