Dunia kedokteran tanah air dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah dokter muda bernama Alex Cristo Loris (30) di area semak belukar yang berbatasan langsung dengan pagar RSUD Tengku Rafian, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi ini baru bertugas sekitar satu minggu di rumah sakit tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi dari rekaman kamera pengawas CCTV, korban yang tercatat sebagai warga Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku ini, sempat terlihat meninggalkan lingkungan rumah sakit pada Senin sore sebelum akhirnya dilaporkan hilang. Pencarian intensif yang dilakukan oleh rekan sejawat dan pihak manajemen rumah sakit akhirnya berujung pada penemuan jasad korban yang sudah tidak bernyawa di lokasi kejadian.
Menanggapi rumor dan dugaan liar terkait kemungkinan adanya unsur pembunuhan dalam kasus ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka belum dapat mengambil kesimpulan akhir. Menurut keterangan dari Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Riau, AKBP Rudi Samosir, kepastian mengenai penyebab kematian korban masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang komprehensif.
"Hasil autopsi diperkirakan 2 minggu lagi baru keluar. Nanti hasil baru tampak terang, apakah itu korban dibunuh, kecelakaan, atau sejenisnya," ujar AKBP Rudi Samosir saat memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
Dari pengamatan tim redaksi terhadap hasil visum sementara dari RS Bhayangkara Pekanbaru, ditemukan sejumlah luka memar akibat kekerasan benda tumpul pada bagian kepala korban serta luka bengkak di punggung tangan kiri. Selain itu, tim dokter forensik juga menemukan beberapa luka pascakematian yang diduga kuat merupakan bekas gigitan serangga serta adanya tanda-tanda pembendungan pembuluh darah pada organ dalam korban.
Hingga saat ini, tim gabungan dokter forensik dari Polda Riau dan Fakultas Kedokteran Universitas Riau masih terus melakukan konfirmasi melalui pemeriksaan histopatologi serta toksikologi forensik. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kematian misterius ini secara transparan berdasarkan bukti-bukti ilmiah yang valid di lapangan.