Washington — Anggota DPR Amerika Serikat dari Fraksi Republik, Rep. Mike Turner menyatakan harapannya agar Senat AS dapat segera mengesahkan rancangan undang-undang sanksi Rusia. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan sekaligus warisan peninggalan dari Senator Lindsey Graham, seorang pendukung kuat sanksi tegas terhadap Rusia yang dikabarkan meninggal dunia secara mendadak pada hari Sabtu lalu.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"RUU ini akan menjadi simbolisme penting untuk mengatakan bahwa kami akan terus bersama Ukraina. Dan saya sangat berharap Senat mengesahkannya minggu ini," ujar Rep. Mike Turner saat berbicara dalam program "Face the Nation with Margaret Brennan" pada hari Minggu waktu setempat.
Sebelumnya pada hari Jumat, Lindsey Graham bersama Senator Richard Blumenthal, Senator Jeanne Shaheen, dan Senator Roger Wicker mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk memajukan paket sanksi Rusia yang telah diperbarui. Dari pantauan redaksi, paket kebijakan ini dirancang untuk memberikan tekanan ekonomi berat pada Moskow guna mengakhiri perang empat tahun di Ukraina, termasuk menerapkan sanksi dan tarif bagi negara yang kedapatan membeli minyak Rusia.
Mendiang Lindsey Graham dilaporkan wafat setelah mengalami "sakit singkat dan mendadak" pada usia 71 tahun. Hubungan diplomatik sang senator sangat kuat, bahkan dirinya sempat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy beberapa hari sebelumnya di Kyiv. Menanggapi kabar duka tersebut, Volodymyr Zelenskyy mengenang Lindsey Graham sebagai sosok pembela gigih yang selalu memperjuangkan dukungan bipartisan untuk Ukraina.
Dukungan untuk mengesahkan RUU ini juga datang dari House of Representatives. Rep. Michael McCaul dari Texas mengumumkan melalui media sosial X bahwa ia akan memperkenalkan versi DPR dari RUU sanksi Rusia pekan ini dan mendesak agar kongres segera mengesahkannya demi menghormati mendiang Lindsey Graham. Hal senada disampaikan Senator Richard Blumenthal yang mengingat antusiasme terakhir Graham saat kesepakatan sanksi ini tercapai dan menyebut bahwa pengesahan RUU tersebut akan menjadi penghormatan yang sangat layak.