Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, secara terbuka menyatakan persetujuannya terhadap pernyataan bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang menyebut duel antara Prancis melawan Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 2026 sebagai final kepagian.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pertandingan prestisius ini dipastikan terjadi setelah La Roja berhasil menaklukkan Belgia dengan skor tipis 2-1 pada babak perempat final yang berlangsung dramatis, Sabtu (11/7) dini hari WIB.
Berdasarkan pantauan redaksi, Lamine Yamal menunjukkan performa impresif meski tidak mencatatkan gol maupun assist dalam laga tersebut. Kepercayaan dirinya yang tinggi merefleksikan optimisme skuad Spanyol dalam mengejar gelar juara di Amerika Serikat.
"Jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu adalah kami. Kami sangat senang berada di semifinal dan ingin melaju hingga akhir," ujar Yamal. Baginya, pertemuan dengan Prancis di semifinal memiliki tensi layaknya partai final sesungguhnya.
Menanggapi komentar tersebut, Lionel Scaloni mengakui kualitas kedua tim besar tersebut. "Spanyol dan Prancis tentu saja adalah dua tim besar, dan Lamine Yamal benar dalam menggambarkannya. Ini adalah pertandingan yang setara dengan final dini," ungkap Scaloni seperti dikutip dari laman ESPN.
Di sisi lain, timnas Argentina sendiri kini tengah bersiap menghadapi ujian berat. Albiceleste dijadwalkan melakoni laga krusial dalam perebutan tiket semifinal melawan Swiss pada Minggu, 12 Juli pagi WIB.
Pengamatan tim redaksi mencatat bahwa Scaloni secara tersirat menaruh perhatian khusus pada perkembangan Spanyol. Jika harus memilih, sang pelatih yang membawa Argentina juara di Qatar 2022 ini tampak lebih condong mengharapkan Spanyol sebagai lawan di partai final nanti.