Kabayan55 Kabayan55
/home / berita / Riset SSI: Peran Menteri Minim,...
BERITA

Riset SSI: Peran Menteri Minim, Komunikasi Bertumpu pada Prabowo

Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan yang mendominasi komunikasi pemerintah

Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan yang mendominasi komunikasi pemerintah

Komunikasi pemerintahan di era Kabinet Merah Putih dinilai masih mengalami ketimpangan yang cukup signifikan. Berdasarkan riset terbaru dari Sintesa Strategi Indonesia (SSI), komunikasi pemerintah saat ini masih sangat terpusat pada figur Presiden Prabowo Subianto. Di sisi lain, riset tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini peran jajaran menteri kabinet belum mampu menjadi penyangga yang optimal dalam membangun citra serta mengomunikasikan kebijakan pemerintah ke publik.

Dari pantauan redaksi terhadap data yang dihimpun oleh SSI, keterlibatan menteri terbilang sangat rendah. Dari total 231,47 juta konten dan sekitar 1 juta percakapan di media sosial selama periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026, kurang dari 20% konten yang secara langsung berkaitan dengan Wakil Presiden maupun nama-nama Menteri Kabinet Merah Putih. Hasil pengamatan tim redaksi mengonfirmasi bahwa sebagian besar arus informasi dan perhatian publik masih tersedot sepenuhnya pada agenda kepresidenan.

"Mayoritas kabinet belum menjadi penyangga citra Presiden. Komunikasi pemerintahan masih bertumpu pada figur Presiden," tulis SSI dalam laporan hasil riset resmi mereka yang dirilis pada Sabtu (4/7). Penelitian komprehensif ini dilakukan melalui metode media monitoring terhadap berbagai platform digital populer seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, serta sejumlah portal media online nasional.

Dalam prosesnya, tim peneliti SSI mengumpulkan data menggunakan metode keyword-based crawling. Setelah data terkumpul, dilakukan proses seleksi relevansi yang ketat, penghapusan data duplikat, serta klasifikasi otomatis berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang kemudian divalidasi secara manual oleh tim peneliti. Hasilnya menjelaskan bahwa berbagai isu teknis di tingkat kementerian, termasuk implementasi program kerja maupun kontroversi publik, pada akhirnya selalu bermuara dan memengaruhi persepsi terhadap Presiden.

Menurut laporan tersebut, komunikasi dari jajaran kabinet dinilai belum sepenuhnya terintegrasi dalam menjelaskan ataupun memperkuat arah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Hanya ada sedikit menteri yang tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap persepsi publik. Salah satunya adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menjadi penyumbang sentimen positif terbesar bagi pemerintah dengan angka mencapai 40,1%.

Sebaliknya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru tercatat sebagai penyumbang sentimen negatif terbesar dalam dinamika percakapan digital, yakni sebesar 27,1%. Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemuda M. Qodari berhasil mencatatkan sentimen positif tertinggi pada kelompok Tier 2 menengah dengan angka 73,3%, yang menunjukkan performa komunikasi personal yang cukup efektif di klasifikasinya.

Di sisi lain, institusi penegak hukum menunjukkan kontribusi yang bervariasi terhadap citra pemerintahan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan kontribusi sentimen positif paling kuat sebesar 72,3%. Namun, Kejaksaan Agung (38,1%) dan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK (26,3%) terpantau masih didominasi oleh percakapan yang bersifat netral, sehingga dinilai belum optimal dalam memperkuat citra positif Presiden di mata masyarakat.

Kendati peran kabinet tergolong minim, tim redaksi mengamati bahwa persepsi publik secara personal terhadap Presiden Prabowo Subianto masih cenderung berada di zona positif. Berdasarkan hasil akhir penelitian, jumlah sentimen positif untuk Presiden mencapai 41,5%, angka yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan sentimen negatif yang berada di angka 13,8%. Walaupun demikian, sebanyak 44,7% percakapan terpantau masih bersifat netral.

Sintesa Strategi Indonesia juga mencatat adanya dinamika sentimen yang fluktuatif sepanjang periode penelitian. Pada fase awal, percakapan publik sempat didominasi oleh sentimen netral hingga negatif, yang dipicu oleh isu sensitif seperti Rapat Paripurna DPR mengenai RUU Polri, pembahasan RAPBN, serta berbagai tantangan ekonomi nasional. Kritik di media sosial pada momen tersebut utamanya menargetkan arah kebijakan strategis serta dinamika politik yang berkembang.

Dinamika tersebut mulai berangsur stabil memasuki pertengahan periode ketika kementerian terkait mulai aktif menyampaikan perkembangan investasi nasional serta optimisme pertumbuhan ekonomi. Sentimen positif terhadap Presiden akhirnya mencapai titik tertinggi menjelang akhir periode riset, tepatnya saat Presiden Prabowo menghadiri Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo serta membuka rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2026. Kehadiran fisik Presiden di lapangan terbukti menjadi momentum kuat yang mendongkrak persepsi positif di ruang digital.

// TOPICS
#prabowo_subianto #kabinet_merah_putih #komunikasi_politik #sintesa_strategi_indonesia #berita_nasional #kinerja_menteri #sentimen_publik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan55 adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terpercaya. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas dari Jakarta Selatan.