Presiden Prabowo Subianto secara tegas meminta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Kejaksaan Agung, hingga birokrasi pemerintah untuk melakukan introspeksi diri dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurut Prabowo, seluruh aparatur negara harus menyadari bahwa jabatan, kewenangan, hingga fasilitas yang mereka miliki pada dasarnya berasal dari rakyat.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga," ujar Prabowo saat menyampaikan sambutan dalam peresmian lima bendungan yang berlangsung di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pernyataan keras ini disampaikan Presiden Prabowo di tengah mencuatnya tensi antar-lembaga penegak hukum. Momentum ini bertepatan dengan kabar penggeledahan rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Andriansyah di Sentul oleh pihak Kepolisian.
Dari pantauan redaksi, dinamika di lapangan menunjukkan adanya penjagaan ketat oleh anggota TNI di kediaman Febrie yang berlokasi di bilangan Kebayoran Baru. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa penjagaan oleh personel TNI tidak hanya dilakukan di kediaman Febrie, melainkan juga di rumah dinas serta kediaman Jaksa Agung Muda lainnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Febrie Andriansyah memberikan klarifikasi bahwa rumah di Sentul tersebut merupakan properti pribadi yang sudah dimilikinya sejak lama. Menurutnya, hal tersebut dapat dibuktikan secara legal melalui rantai kepemilikan yang tertera dalam sertifikat hak milik properti.
Lebih lanjut, Febrie menyatakan bahwa seluruh aset bergerak yang disita oleh pihak Kepolisian memiliki catatan kepemilikan yang jelas. Ia menegaskan bahwa temuan mata uang asing, uang tunai, hingga emas batangan tersebut merupakan hasil dari sebuah kegiatan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Ada orang-orang juga yang melakukan kegiatan, itu bisa ditanya, nanti bisa diperiksa. Akan dijelaskan dalam suatu proses acara yang benar," kata Febrie dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa berbagai capaian dan prestasi pemerintah saat ini tidak diraih dengan mudah. Menurut Kepala Negara, pemerintah masih terus menghadapi berbagai bentuk perlawanan sengit, terutama dari kelompok-kelompok yang selama ini merasa diuntungkan oleh praktik korupsi di tanah air.