Kabayan55 Kabayan55
/home / berita / AS Siapkan Jalur Minyak Baru...
BERITA

AS Siapkan Jalur Minyak Baru Irak-Suriah, Turki Terancam

Peta proyek koridor minyak baru dari Irak menuju pelabuhan Banias di Suriah

Peta proyek koridor minyak baru dari Irak menuju pelabuhan Banias di Suriah

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah gencar mendorong pembangunan koridor minyak baru yang menghubungkan ladang minyak Irak dengan pesisir Laut Mediterania melalui Pelabuhan Banias di Suriah. Berdasarkan laporan surat kabar Israel Maariv, proyek ini dirancang khusus sebagai jalur ekspor alternatif strategis yang tidak bergantung pada Selat Hormuz maupun jaringan pipa yang melintasi Turki.

Dari pantauan redaksi, langkah Washington ini dinilai berpotensi memberikan pukulan telak bagi posisi geopolitik Ankara. Jika proyek ini terealisasi, pusat distribusi energi regional akan bergeser ke pesisir Suriah di Laut Mediterania. Menurut para analisis, perkembangan tersebut dipastikan bakal mengurangi bobot strategis yang selama ini dibangun Turki sebagai negara transit energi utama antara Timur Tengah dan Eropa.

Berdasarkan laporan yang dirilis Maariv, Presiden Donald Trump baru-baru ini telah menerima Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan minyak berskala besar diperkirakan akan segera dideklarasikan dalam beberapa pekan mendatang. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga menyatakan dukungan penuh terhadap proyek pipa yang melibatkan korporasi global ini.

Menurut penulis Maariv, Elie Lyon, Utusan Khusus Amerika Serikat Tom Barrack dikabarkan telah berbulan-bulan mengoordinasikan proyek raksasa tersebut. Proyek ini disebut-sebut melibatkan sejumlah perusahaan energi internasional terkemuka, termasuk Chevron dari Amerika Serikat, TotalEnergies dari Prancis, serta UCC Group dari Qatar.

Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa urgensi proyek ini meningkat seiring dengan menurunnya kemampuan ekspor minyak Irak akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Sebelum konflik terbaru pecah, Irak mampu memproduksi lebih dari 4,1 juta barel minyak per hari, dengan sekitar 95 persen dari total ekspornya sangat bergantung pada Selat Hormuz. Jalur baru Basra-Banias ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang.

Menurut rincian proyek yang beredar, megaproyek ini akan terdiri atas dua bagian utama. Pertama, pembangunan pipa Basra–Haditha di dalam wilayah Irak yang diperkirakan menelan biaya sekitar 4,6 miliar dolar AS dengan kapasitas hingga 2,25 juta barel per hari. Kedua, pipa Haditha–Banias yang saat ini sedang dikaji oleh perusahaan Amerika Serikat KBR untuk merehabilitasi pipa lama Kirkuk–Banias atau membangun jalur baru berkapasitas hingga 1,5 juta barel per hari.

// TOPICS
#amerika_serikat #turki #irak #suriah #minyak_bumi #geopolitik #donald_trump #chevron #selat_hormuz
Koresponden Internasional & Analis Global

Irnanto Pradana membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan55. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta Selatan, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.