Menjelang bergulirnya kompetisi akbar Piala Dunia 2026, sorotan tajam tertuju pada kesiapan Timnas México selaku salah satu tuan rumah. Daniel Alberto Brailovsky Poliak, mantan pesepak bola lintas negara yang kini aktif sebagai komunikator media, angkat bicara mengenai peta kekuatan tim berjuluk El Tri tersebut. Berdasarkan wawancara eksklusif dengan TyC Sports, tokoh sepak bola yang akrab disapa El Ruso ini menilai harapan besar yang dibebankan kepada tim tuan rumah tidak realistis.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Daniel Brailovsky mengkritik kebijakan para pemilik klub di México yang dinilai terlalu berorientasi pada bisnis jangka pendek daripada pengembangan pemain muda lokal. "Di Argentina dan Uruguay populasinya lebih sedikit, sedangkan di México ada 120 juta orang, namun tidak ada bakat dan mereka tidak bisa debut pada usia 17-18 tahun. Di México, Anda baru bisa debut pada usia 23, 24, atau 25 tahun karena para pengurus pergi berbisnis ke luar negeri, sesederhana itu," ujar Brailovsky.
Menurut pengamatan tim redaksi, regulasi kompetisi lokal México memang cenderung mempermudah perekrutan pemain asing secara masif. Hal ini dinilai memotong kesempatan bermain bagi talenta-talenta muda setempat, bahkan bagi mereka yang sebelumnya sempat membawa México meraih gelar juara dunia di level umur Sub-17. Dampaknya, pelatih tim nasional sering kali terpaksa mengandalkan proses naturalisasi demi menutupi kekurangan posisi tertentu.
Meskipun México saat ini ditangani oleh Javier Aguirre, yang disebut Brailovsky sebagai pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola México, masalah struktural tersebut dinilai tetap menjadi ganjalan utama. Pelatih yang kerap dijuluki sebagai "petugas pemadam kebakaran" tersebut dianggap memikul beban berat untuk menutupi kebobrokan manajemen sepak bola di negara itu, di mana para petinggi federasi selalu meniupkan optimisme palsu kepada publik menjelang turnamen besar.
Dari pantauan redaksi mengenai peta persaingan di fase grup, México berada satu kelompok bersama Sudáfrica, Corea del Sur, dan República Checa. Brailovsky meyakini bahwa El Tri masih memiliki kemampuan untuk lolos dari fase grup, namun langkah mereka diprediksi akan langsung menemui jalan buntu ketika harus berhadapan dengan tim-tim raksasa di babak gugur.
Sebagai penutup, sosok yang pernah memperkuat Peñarol, Independiente, hingga Club América ini menegaskan realitas pahit yang harus diterima oleh publik sepak bola México. "Meskipun saya tinggal dan telah lama hidup di México serta bekerja untuk jaringan media di sana, saya tidak bisa berbohong. Ada satu kenyataan tunggal: mereka tidak memiliki skuad untuk bersaing melawan negara-negara kekuatan besar," pungkas pria yang bersiap memandu jalannya Piala Dunia ketujuh dalam karier jurnalistiknya tersebut.