Tensi panas menjelang laga semifinal Piala Dunia antara Spanyol dan Prancis sudah mulai terasa bahkan sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Penyerang muda Spanyol, Lamine Yamal, menyulut api persaingan di luar lapangan dengan melontarkan perang urat saraf bahwa Prancis seharusnya merasa takut karena Spanyol pernah menyingkirkan mereka pada gelaran Euro sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari sport.es, komentar provokatif tersebut langsung memicu respons dari kubu Les Bleus. Bek Prancis, Ibrahima Konaté, menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak terpengaruh oleh psywar tersebut dan memilih untuk fokus pada persiapan internal tim.
"Sejujurnya, kami tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Kami tidak perlu takut pada siapa pun, kami harus tetap menjaga kerendahan hati dan tidak jatuh ke dalam jebakan itu, terutama di fase kompetisi seperti saat ini," ujar Konaté dari tempat pemusatan latihan Prancis.
Menurut Konaté, setiap pemain bebas berpendapat, namun hasil akhir di lapanganlah yang akan menjadi pembuktian sesungguhnya. Pemain yang dilaporkan baru bergabung dengan Real Madrid itu menambahkan, "Dia boleh mengatakan apa pun yang dia mau; kami akan mencoba mempersiapkan diri dengan cara terbaik. Pada akhir pertandingan, kita akan melihat siapa yang akan tersenyum."
Dari pantauan redaksi, Konaté sendiri saat ini tengah menghadapi situasi sulit karena lebih banyak duduk di bangku cadangan akibat kokohnya duet William Saliba dan Dayot Upamecano. Meski merasa frustrasi karena minimnya menit bermain di turnamen empat tahunan ini, ia memilih untuk tetap profesional demi keharmonisan tim di bawah asuhan Didier Deschamps.
"Ada banyak kejujuran dari dirinya (Deschamps). Saya merasa sebagai seorang pemimpin, jadi tentu saja ada rasa frustrasi. Kompetisi ini sulit diterima jika Anda tidak bermain, tetapi jika pada akhirnya semua berjalan baik dan kami juara, keputusannya terbukti benar. Tugas kami adalah tetap bersatu," pungkas mantan bek Liverpool tersebut.